PRODUK AGAMA ITU BERNAMA KALENDER

Gegap gempita pesta perayaan tahun baru 2012 sudah selesai. Sebuah momentum yang pas sekali tahun baru 2012 ini, bulan muda pas ada perayaan pesta. Komplit lah… Loh kok komplit? Lah iya.. makin komplit. Udah susah nyari uangnya, belom lagi membuat perencanaan keuangan bulanan. Eh, udah tepaksa mengikuti suatu kegiatan yang sebenernya banyak dari kita gak tau apa maksud peryaan tahun baru ini dan ujung-ujungnya belum habis tengah bulan udah pada pusing lantaran uang untuk hidup satu bulan keburu ludes.

Kalau lah ditanya kepada diri kita sendiri, apa sih makna merayakan tahun baru? Apa sih yang menjadi tolak ukur atau dalil kita ‘wajib’ merayakannya?  Ini sebenernya perayaan punya siapa dan siapa yang sebenernya yang ‘wajib’ merayakannya?

Lah, kalau udah ditanya kayak beginian, saya jamin deh pasti banyak yang pada ngaco jawabannya. Mulai dari versi halus, semacem: “Yaah, namanya juga setaun sekali ini kan sayang kalo gak ikutan.” sampe jawabannya yang beneran ngaco macem begini: “tahun baru itu adalah momentum untuk memperbaiki diri dan meraih resolusi yang belum tercapai.” Waduh….! Lah iya, beneran ngaco menurut saya. Kalo mau dibahas bisa bikin panjang tulisan. Udah jarang update ini malah bikin tulisan yang panjangnya gak ketulungan, hehehehehe😀

Okay, saya ‘hanya’ ingin memberikan gambaran tentang pengetahuan saya mengenai ritual perayaan tahun baru sejauh apa yang saya ketahui dan pahami. Moga-moga aja ada manfaatnya, namanya juga sharing😀.

Didalam kehidupan manusia, ada patokan-patokan waktu yang dibuat dengan tujuan untuk memperingati suatu kejadian yang dianggap bermakna. Khususnya didalam menghayati makna keagamaan. Nah, patokan ini oleh peradaban manusia disebut dengan penanggalan. Sistem penanggalan ini dibuat dengan tujuan untuk memberi PATOK atau TANDA agar suatu kaum atau kelompok dapat melakukan ritual keagamaan secara berkelanjutan dan dapat diwariskan. Seperti yang sudah banyak kita liat didalam peradaban manusia, banyak sistem penanggalan yang dibuat oleh manusia dengan tujuan seperti yang sudah disebutkan tadi. Sebagai contoh: penanggalan bangsa Maya, Penanggalan China, Penanggalan Mesir Kuno, Penanggalan Bangsa Aztec dan sebagainya yang jika kita lihat bahwa sistem ini dibuat dengan tujuan sebagai penanda waktu-waktu pelaksanaan ritual keagamaan.

Prisnsipnya adalah sistem penanggalan atau KALENDER merupakan suatu metode penetapan waktu untuk memperingati, menyelenggarakan atau penentuan batas awal dan akhir untuk melakukan ritual keagamaan suatu kaum atau bangsa. jadi, KALENDER itu merupakan PRODUK KEAGAMAAN. Mengapa? Menurut saya suatu kebudayaan atau yang dikatakan sebuah kebudayaan PASTI memiliki unsur KEYAKINAN didalamnya atau dalam penafsiran lain adalah adanya unsur keimanan bahwa apa yang dilakukannya itu adalah hal yang memberikan pengaruh didalam kehidupan dan wujud suatu ketaatan diri. Jadi, kesimpulan awalnya adalah bahwa:

KALENDER ADALAH PRODUK KEAGAMAAN

Yaps, jelas bahwa yang namanya kalender itu BUKAN produk negara atau produk pemerintahan tapi produk keagamaan. Baik, saya akan jelaskan semampunya. Saya ambil contoh beberapa penanggalan yang umum kita kenal. Kalender Imlek itu identik dengan Kalendernya orang Cina tapi bukan berarti Kalender Negara Cina karena yang bikin kalender ini bukan negara Cina. Trus, Kalender Saka itu bukan Kalender orang Bali tapi Kalender umat Hindu. Ada lagi Kalender Hijriyah itu bukan kalender Arab atau kalender negara Arab tapi Kalender ummat Islam dan begitu halnya dengan Kalender Masehi. Kalender Masehi ini merupakan Kalendernya umat Kristiani. Karena, sebenarnya negara bukanlah pihak yang mengeluarkan sistem penanggalan atau kalender atau yang menentukan sistem penanggalan tersebut.

Jadi, dengan gambaran senderhana tersebut maka jelaslah bahwa Kalender adalah produk agama. Mau contoh lagi? oke… Contohnya, kalo ummat Islam ingin memulai puasa Ramadhan tentunya dimulai pada 1 Ramadhan bukan 10 September. Kalo umat Kristiani ingin merayakan Natal, ya dirayain pada tanggal 25 Desember bukan 10 Dzulhijjah. Trus, Kalo tahun baru Islam dirayain pada 1 Muharram bukan pada 1 Januari. Nah, kembali ke pokok bahasan mengenai tahun baru, sebagian umat Kristiani ada yang berpaham bahwa Natal bukanlah perayaan puncak keagamaan Kristen karena ada yang berpendapat bahwa tanggal 25 Desember bukanlah tanggal atau waktu kelahiran Jesus Kristus. Namun, puncak perayaan umat Kristiani secara besar-besaran adalah pada 1 Januari yaitu tahun baru. Tahun baru siapa sodara-sodara? Yak, tahun baru bagi umat Kristiani.

Sampe disini ada yang mau bertanya…??? Mengenai ummat Islam yang merayakan tahun baru 1 Januari 2012, saya jadi bingung. Ntar mau dibilang apa hayooo? Ya, udah deh. Segini aja. Makasih udah baca. Wassalamu’alaikum😀

3 responses to “PRODUK AGAMA ITU BERNAMA KALENDER

  1. menarik perspektivenya mas🙂
    yang penting dalam perayaan ini tidak membuat kita lalai dalam menjalankan ibadah kepadaNya ..

  2. Iya mas Wahyu.. hehehe namanya sama :p

    Jangan sampe seperti minum susu tapi ada racunnya. Agar kita gak sampe meracuni diri sendiri lantaran kurangnya ilmu. makasih yah..😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s