Antara HATI & OTAK

Tulisan ini tidak bermaksud untuk menghakimi ataupun mencap bahwa seseorang lebih baik atau lebih buruk dari yang lain. Sekedar sebuah bentuk pemaparan dari saya yang saya dapatkan dari beberapa guru saya dan buku-buku yang melandasi tulisan ini. Dan semoga saja bermanfaat bagi kehidupan Anda.

Okay, mari kita mulai…

Sebagai permulaan, mari kita mulai dengan sebuah kutipan yang berbunyi: “MULAILAH DENGAN YANG KANAN”. Menurut penafsiran dua tokoh, yaitu: Ippho Santosa [Konsultant Bisnis] & Ary Ginanjar [Spiritualis] berarti: Mulailah dengan OTAK KANAN atau Utamakanlah OTAK KANAN. Beberapa sumber kultur yang memaparkan tentang istilah KANAN, baik itu yang dianut oleh kaum Muslim, Nasrani ataupun kultur masyarakat Indonesia itu sendiri akrab dengan segala sesuatu yang bersifat KANAN yang identik dengan KEBAIKAN. Ambil contoh: Jika Al-Qur’an mengatakan Golongan Kanan, maka Injil memakai istilah Sebelah Kanan. Kalau orang Padang mengatakan Langkah Su yang berarti Langkah Kanan, orang Batak bilang Dalang Siamun yang berarti Jalan yang Kanan. Di Indonesia sendiri sangat akrab dengan istilah Tangan Kanan yang berarti Orang yang Dipercaya. Lambang Negara Indonesia Burung Garuda pun menoleh kesebelah KANAN. Bukan kesebelah kiri ataupun menghadap kedepan atau yang lebih konyol kepala burungnya menghadap kebawah. Hehehehe, menandakan tidak bersemangat sekali tu burung ya… Sekali lagi, kesemua itu identik dengan KEBAIKAN.

Mari kita lihat contoh lain; Dalam bahasa Inggris, kata KANAN kebetulan berarti RIGHT dan kata KIRI berarti LEFT. RIGHT artinya KANAN atau BENAR dan LEFT artinya KIRI atau KETINGGALAN. Ini diasumsikan bahwa yang KANAN itu selalu BENAR atau SELALU TERDEPAN dan KIRI diasumsikan sebagai YANG KETINGGALAN.

Di Indonesia sendiri beberapa Pengusaha berpihak pada yang KANAN, ambil contoh: Big Boss PRIMAGAMA-Purdi E. Chandra secara terang-terangan mengatakan bahwa ia berpihak pada yang KANAN, yang artinya OTAK KANAN. Itu juga persis dikatakan oleh orang-orang sukses semacam: Bob Sadino, Tung Desem Waringin dan Ciputra.

Mengapa mereka begitu jelas-jelas menasbihkan diri mereka sebagai ORANG KANAN [istilah yang dipakai sebagai Otak Kanan]? Begini, penelitian mengatakan bahwa lebih dari 80% KESUKSESAN seseorang ditentukan oleh OTAK KANAN. Lantaran OTAK KANAN tidak tercerai atau terpisah dari Kecerdasan Emosional [EQ] dan sementara Kecerdasan Intelektual [IQ] yang identik dengan OTAK KIRI.

Tapi, jika kita ditanya: “Bukankah dunia ini membutuhkan sebuah keseimbangan yang relevan?” jawabannya BETUL. Karena Pengusaha yang KANAN Karyawan yang KIRI, Generalis yang KANAN Specialis yang KIRI, Penjual yang KANAN Akuntan yang KIRI. Imbang kan….

Jika kita menyinggung sedikit mengenai sistem pendidikan kita, maka banyak dari metode pendidikan bertumpu hanya semata-mata pada OTAK KIRI. Sehingga, anak didik dibentuk untuk menjadi orang-orang yang konseptual, kaku, faktual, matematis dan berpikir “yang pasti pasti saja”. Sehingga, ujung-ujungnya mereka bermuara dilingkungan perkantoran, perdagangan, perusahaan bukan sebagai PENGUSAHA ataupun INOVATOR tapi sebagai KARYAWAN atau PENGEKOR. Tidak lebih, karena mereka bekerja berdasarakan teori, berfokus kepada angka, dan berpikir logis sesuai dengan nilai yang tertera. Ini yang mengakibatkan, kurangnya para pencipta lapangan kerja / Pengusaha / Penemu atau orang-orang KANAN yang berimbas membeludaknya orang-orang yang mengincar posisi sebagai karyawan alias banyak pengangguran.

Kita kembali ke topik bahasan. Menurut Donald Trump dan Robert T. Kiyosaki, lebih dari 80% penduduk bumi adalah orang-orang KIRI dan sisanya yang sekitar 15-20% adalah orang-orang KANAN. Sehingga, tidak disangkal lagi jika orang-orang KANAN itu adalah kaum MINORITAS. Mereka adalah Pengusaha, Pemimpin, Inovator / Penemu, Seniman, Spiritualis, Motivator, Generalis, Orang Kaya, Agent of Change yang kuat OTAK KANANnya dan merekalah kaum MINORITAS itu.

Jika Anda menyadari bahwa Anda adalah ORANG KANAN TULEN, niscaya Anda akan menjadi sebutir berlian ditengah tumpukan-tumpukan batu kerikil. Karena orang-orang KANAN itu adalah species langka, itu yang dikatakan oleh Ippho Santosa. Jadi, jikalau kita dianggap aneh, tidak membumi, tidak biasa, abnormal ataupun melawan arus patut kita sadari bahwa yang mengatakan itu adalah mereka yang KIRI. Kita tidak perlu repot mengurung diri bahkan malah sebaliknya kita akan menjadi sosok seseorang yang akan memiliki pengaruh yang besar ditengah masyarakat. Apa yang harus kita lakukan adalah mencari sebanyak-banyaknya orang-orang KIRI untuk menjadi penopang Kesuksesan KITA.

Senada dengan apa yang dikatakan oleh Robert T. Kiyosaki, seorang Guru Finansial penulis buku Best Seller dunia Rich Dad Poor Dad bahwa dunia ini dipenuhi oleh orang-orang kiri dan ciri mereka sangat mudah dikenali dengan pola perkataan mereka, seperti: “Jika Anda sependapat dengan saya Anda cerdas, kalau tidak maka Anda bodoh”

Begitulah orang-orang KIRI, selalu mengatakan bahwa pendapatnya lah yang benar dan mereka sulit sekali untuk menerima pendapat dari orang lain. Hal senada juga dikatakan oleh Purdi E. Chandra [Pemilik PRIMAGAMA] dan Bob Sadino [Kem Chick] bahwa mereka sangat menyesalkan dengan pola pikir orang-orang kiri, mereka selalu sok tahu padahal untuk ukuran duit, mereka itu tidak ada apa-apanya.

Sebagai sebuah rujukan, bahwa orang-orang KIRI cenderung berpikir: Akademis, Analis, Sistematis, Logis, Realistis dan Kausius / terencana. Segmental / sebagian, Fokus, Serial / berurutan, linier / lurus. Sebagai contoh ia tidak bisa mempercayai jika ada orang dapat mencapai peningkatan penghasilan sampai 300%. “Ah, itu mustahil. Mana mungkin! Kalau 30% baru masuk diakal!”. Itu ujar mereka. Sementara, orang-orang KANAN cenderung berpikir: Artistik, Kreatif, Imajinatif, Impulsif, Intuitif. Selain itu juga mereka bersifat: Difus / menyebar, tidak berurutan, Holistik / menyeluruh, Lateral / Acak, Paralel / serentak. Dalam alam pikirannya mereka selalu mengatakan: NOTHING IS IMPOSSIBLE AND IMPOSSIBLE IS NOTHING. Mereka juga tergolong orang-orang yang self-motivated, memiliki kecerdasan emosi dan sangat berpotensi untuk awet muda. Luar biasa…

Nah, kalau begitu bagaimana kalau otak kita tanpa OTAK KANAN? Kita tidak lebih seperti sebuah prosesor. Tapi, bagaimana pun juga ORANG KANAN bukanlah orang-orang suci atau orang-orang tanpa kekurangan. Orang-orang KANAN memiliki beberpa kelemahan seperti: Tidak tepat waktu, tidak fokus, gampang bosan, sedikit meledak ledak / kelewat bersemangat, kurang senang diatur, pemikirannya terkesan liar / bebas, sedikit terlalu percaya diri, sukar menyusun prioritas, ceplas ceplos dan kadang main tabrak.

Jika Anda pernah dibentak oleh boss Anda yang bilang ke Anda dengan teriakan: “Makanya, kerja tuh pake OTAK. Itu sebenarnya istilah dari OTAK KIRI. Inilah otak yang bersifat Kognitif, Matematis, berurutan. Otak yang menentukan tingkat kecerdasan Intelektual [IQ] dan otak yang menentukan 20% kesuksesan seseorang.

Nah, bagaimana dengan HATI. Apakah hati itu. Begini, sebenarnya dalam kebanyakan kasus yang disebut HATI itu adalah OTAK KANAN. Makanya, sering kita mendengar perkataan seperti: “Pakai HATI mu untuk merasakan Cintanya…” maksudnya adalah inilah OTAK KANAN, yaitu: otak yang bersifat Afektif, otak yang merasa, otak yang berkaitan dengan kecerdasan emosional dan spiritual, otak yang merasakan jatuh cinta, sedih, marah dan yang berkaitan dengan hal-hal yang tidak terukur dan abstrak. OTAK KANAN inilah yang menjadi penyebab kasus 80% kesuksesan seseorang.

Jadi, HATI yang sering digembar gemborkan orang banyak itu bukan organ hati yang sebenarnya atau bahkan jantung tapi melainkan adalah OTAK KANAN. Otak yang merasakan antusias, semangat, sedih, gembira, lucu, cemburu, was was,  senang, bahagia, kecewa, patah hati, pasrah, berserah, meyakini, jatuh hati bahkan jatuh cinta. Bilamana kita merasakan rasa cemas, otak akan mengirimkan sinyal ke jantung untuk berdebar dengan tujuan memompa darah ke otak agar tidak kekurangan oksigen dan darah. Hebatnya, setiap sinyal yang dikirimkan oleh otak ke seluruh orang tubuh ternyata dapat diukur. Ini ditemukan oleh seorang peniliti bernama Joseph Ghalz pada 1810 yang mengatakan bahwa pusat dari pikiran dan perasaan itu berpusat di OTAK bukan di hati atau di Jantung. Dan penemuan ini juga di-amin-i oleh para ahli sepanjang jaman hampir-hampir tanpa terkecuali.

Anda ingin bukti? Kalau Anda mau melakukannya. Coba Anda maki-maki orang gila. Apa reaksinya? Kemungkinan besar dia tidak berekasi apa-apa bahkan tidak mengerti dengan apa yang Anda lakukan. Padahal, jantungnya sehat, hatinya sehat. Ini membuktikan kalau pikirannya lah yang terganggu. Yaitu OTAKnya, sekali OTAK.

Jelaslah sudah, bahwa OTAK lah yang mencerna, yang merasa, yang peka. Setelah OTAK mencerna barulah OTAK mengirimkan sinyal-sinyal ke jantung untuk berdegub lebih kencang.

Contoh lain, coba Anda bawa seorang gadis cantik ambil contoh Megan Fox kehadapan anak kecil yang masih bayi. Tentunya reaksinya dia tidak akan mengerti apa dia seorang gadis cantik yang terkenal atau tidak. Ini dikarenakan otaknya / akalnya belum berkembang maksimal. Tapi, kalau seorang Megan Fox numpang menginap dirumah Anda? Apa reaksi Anda….????? Apalagi untuk bujangan seperti saya, hahahaha…

Jikalau agama ataupun pendapat religi menganggap HATI itu adalah JANTUNG, maka itu adalah Majasi atau perumpamaan dari OTAK. Bukan hakiki. Banyak orang yang dioperasi HATInya atau yang melakukan transplantasi hati tidak berubah akidahnya, ingatannya bahkan kehilangan identitas dirinya. Begitu juga jantung, banyak yang melakukan operasi jantung ataupun cangkok jantung tapi itu tidak merubah memori ingatannya atau bisa jadi lupa siapa dirinya. Walau seorang Nabi Muhammad SAW. Pada saat mengatakan HATI Ia meletakkan tangannya didada, maksudnya adalah Ruh / Rohani. Dan ini tidak saya masukan dalam pembahasan kali ini. Tidak apa ya…

Tapi, pernahkah ada orang yang melakukan operasi pergantian OTAK layaknya seperti operasi Hati atau Jantung? Jika itu benar terjadi, maka bisa dipastikan seseorang itu akan mati seketika. Dan rupa-rupanya, untuk merubah keyakinan, pendirian bahkan akidah seseorang bukanlah harus mengganti otaknya melainkan cukup dengan mencuci pola pikirnya.

Jelas sudah bahwa OTAK lah intinya. Yang menentukan dan tidak tergantikan.

Jika seorang Charles Darwin mengatakan manusia itu berasal dari kera, mungkin kita bisa lihat secara bentuk organ otak manusia relatif sama, bahkan bentuk jantung dan hatinya pun hampir tidak jauh berbeda. Tapi, untuk cara berpikir, fungsi serta inti dari kehidupan seorang manusia, jelaslah OTAK manusia BERBEDA dari otak kera. Dan ini tidak bisa mengidentikkan manusia itu berasal dari kera. Kembali saya membayangkan, jika benar ada keberhasilan operasi pergantian otak, dimana otak seseorang itu diganti dengan otak monyet seperti prinsip teori evolusi-nya Darwin. Mungkin saya akan membayangkan [lagi-lagi] seorang Megan Fox yang loncat dari satu pohon ke pohon yang lain, makan pisang dan berteriak sekehendak jidatnya. Apakah masih ada orang mengidolakan dia…???

Secara biologis, OTAK adalah RAJA atas seluruh organ tubuh dan karena OTAK adalah RAJA maka letaknya paling atas tubuh kita. Dan ia adalah sumber dari semua perintah atas organ manusia. Termasuk memerintah hati dan jantung. [Sekali lagi] kalaulah istilah yang ada ditengah masyarakat yang berbunyi “OTAK ITU DITAROK DIKEPALA BUKAN DIDENGKUL”, ini juga bisa bermakna orang tersebut tidak bisa memakai OTAK KIRInya maupun OTAK KANANnya. Di Palembang sendiri dikenal dengan istilah: PECAH UTAK yang berarti sama. Dan hanya satu kata yang bisa menggambarkan orang seperti ini sehingga Bang Oma pun akan berkata: TERLALU…

Ilmiah membuktikan, Godspot yang berhubungan dengan nurani dan suara hati itu terletak di OTAK. Bukan di hati bukan di jantung. Tapi sekali lagi di OTAK.

Bersujud adalah bentuk aktifitas penyerahan diri manusia kepada Tuhan yang Maha Kuasa. Tuhan memerintahkan kita bersujud tidak lain dan tidak bukan adalah mensujudkan kepala / OTAK kita. Bukan hati juga bukan pula jantung. Tapi OTAK. Tuhan juga mendekatkan hampir sebagian besar panca indera manusia dekat dengan OTAK, seperti mata, hidung, lidah & telinga. Bukan pada hati buka pula pada jantung.

Sebuah kutipan yang sangat mulia berbunyi: “Sesungguhnya didalam tubuh manusia itu ada segumpal daging, jika baik segumpal daging itu maka baik lah manusia itu tapi jika buruk segumpal daging itu maka buruk pula lah manusia itu. Dan ketahui lah segumpal daging itu adalah HATI”. HATI yang tercantum dalam kalimat ini adalah kiasan dari organ yang namanya OTAK termasuk OTAK KANAN. Bukankah manusia itu di cap jahat adalah karena apa yang ada dipikirannya, bukan karena hatinya rusak atau jantungnya rusak?. Bukan kah seseorang itu dicap gila karena akalnya yang bermasalah, bukan karena adanya masalah pada hati ataupun jantungnya. Dan akal itu adalah OTAK. Bahkan seorang manusia itu di hisab atau tidak karena akalnya bukan karena hati atau jantungnya? Dan akal itu adalah OTAK. Bukankah seorang itu diganjar pahala atau dosa tergantung nurani atau Godspotnya, nurani / Godspot itu adalah OTAK. Bukankah seorang itu sukses atau tidak tergantung Mindset-nya, dan mindset itu adalah OTAK. Bukankah seseorang teroris itu dicap sebagai orang yang paling berbahaya karena apa yang ada di Mindset-nya bukan karena penampilannya? Mindset itu adalah OTAK. Jadi jelaslah, OTAK merupakan organ yang utama dari seorang manusia itu pantas sebagai manusia atau tidak. Bukan karena bentuk fisiknya manusia tapi Mindset seperti hewan. Maka jelaslah, jika kita ingin me-manusia-kan manusia adalah dengan membentuk pola pikirnya menjadi seorang mansuia yang seutuhnya. Bukan karena organnya. Oleh karena itu, saya mengutip sebuah syair dari seorang pujangga Arab yang berbunyi: “…Jika seorang manusia itu dikatakan sebagai seorang manusia karena matanya, tanganya, kakinya dan semua bentuk tubuhnya maka apa bedanya manusia itu dengan lukisan didinding”. Karena banyak cerita kesuksesan terukir dari orang-orang yang memiliki keterbatasan terlebih lagi keterbatasan fungsi hati dan jantung ternyata dapat menjadi sumber inspirasi bagi milliaran orang didunia ini. Dan itu adalah OTAK.

Jadi, kesimpulannya pemahaman selama ini tentang apa itu HATI bukanlah berarti organ hati yang sesungguhnya tapi OTAK.

Ada satu fakta yang cukup unik dan sedikit menyentil menyatakan bahwa ketika seseorang itu tersadar, maka OTAK KIRI lebih dominan tapi disaat tidur OTAK KANAN lah yang mendominasi. Karena disaat kita tidur visualisasi gambaran emosi, daya rasa dan hal hal abstrak tergambar secara gamblang. Maka tidak heran, seorang yang mengaku jagoan sekali pun bisa ditemukan sangat ketakutan pada saat dia tertidur. Karena, kekuatan yang dia ukur secara KIRI tidak berpengaruh apa-apa disaat dia bermimpi dalam tidurnya. Walau dia sendiri mengaku tidak takut dengan kuntilanak tapi kalau kuntilanak itu muncul dalam tidurnya, tentunya bisa jadi dia akan terkencing dicelana karena ketakutan.

Sekarang, bagaimana hasilnya jika orang dominan OTAK KIRInya dipertemukan dengan orang yang dominan OTAK KANANnya dibiarkan berdebat? Maka, mereka akan berdebat tanpa akhir. Ini disebabkan karena pola pikir / mindset mereka yang berbeda & bertolak belakang. TAPI, ada yang uniknya. Orang-orang kiri sebagian besar suka dengan orang-orang kanan dan begitu juga sebaliknya orang-orang kanan selalu tergila-gila dengan orang-orang kiri. Karena satu sama lain bisa melihat sesuatu yang membuat mereka tertarik satu sama lain dimana yang lain memiliki apa yang tidak dimiliki yang lain dan begitu sebaliknya. Pada akhirnya, jadilah mereka satu pasangan yang sempurna baik dalam rumah tangga ataupun bisnis. Dan hal ini juga lah yang disarankan oleh banyak ahli, dimana MITRA YANG TERBALIK AKAN MENJADI MITRA YANG TERBAIK. Dan inilah yang disebut sebagai The Power of Balance atau Kekuatan dari Keseimbangan.

Sekali lagi…

MITRA YANG TERBALIK AKAN MENJADI MITRA YANG TERBAIK

Sumber referensi:

  1. 13 Wasiat Terlarang-Ippho Santosa
  2. The Power of Kepepet-Jaya Setiabudi
  3. Rich Dad Poor Dad-Robert T. Kiyosaki
  4. Boom! 8 Dinamit Kreativitas-Mulia Ali Akbar
  5. Berpikir dan Berjiwa Besar-David J. Scwartz
  6. Personality Plus-Florence Littauer
  7. Selamat Ulang Tahun Kekasihku-Sirsaeba Alafsana

Tulisan ini ada juga di: Blog EPalembang

3 responses to “Antara HATI & OTAK

  1. TOP BGT, tulisan kamu jika banyak dikonsumsi ornag pasti tidak saja memberi inpirasi tapi juga memberi semangat seseorang untuk lebih berkreasi… sippp lanjutkan bang

  2. Wah.. artikel ini mantap.. Antara Hati dan Otak. Antara Otak Kanan dan Otak Kiri. Saling melengkapi. Otak kanan butuh otak kiri demikian juga otak kiri butuh otak kanan. Ya iyalah. Kalo cuma ada otak kanan tanpa ada otak kiri, tau darimana kita kalo itu otak kanan (kayaknya gak jadi disebut otak kanan, karena cuma ada sebelah, jadinya otak sebelah donk,haha). Dalam kehidupan juga demikian, orang2 yg dominan otak kanan membutuhkan orang2 yang dominan otak kiri. Masing2 punya keunikan tersendiri dan gaya tersendiri. Sama seperti penulis blog ini yang memiliki gaya tersendiri di blognya dan dalam kehidupan kesehariannya. Saya kenal dengan pemilik blog ini, yang selalu tampil ceria, inisiatif (juga agresif, ha..).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s