LEARNING FROM ANTHONY BIANCO

Anthony Bianco & Wahyu BudiyonoSudah sepantasnya lah saya mensyukuri lantaran adanya Pesta Blogger 2009 yang diselenggarakan di Palembang kemarin telah memberikan saya pengalaman baru, suasana baru, cerita baru dan yang terpenting adalah teman baru. Diantara sekian banyak tamu dan peserta yang ikut berpartisipasi dalam acara tersebut, yang paling memberikan perhatian adalah kehadiran seorang Blogger asal Australia, Anthony Bianco owner dari http://thetraveltrart.com.

Sebenernya kedatangan Anthony Bianco sempet bikin temen-temen dari komunitas blogger ketar-ketir. Pasalnya, anak-anak pada kaget pas dikasih tau kalo Anthony mau nginep dirumah salah seorang dari kita. Makanya ini yang bikin heran, bukannya kalo nginep dihotel aja, ini kok malah numpang nginep dirumah sgala, aneh…. Sekitar sore jam 5-an gitu, Lies Surya [toko easy] dapetin SMS dari si Bule yang bilang kalo besok sore [2 hari sebelum pesta blogger] dia nyampe. Walah… makin panik, anak-anak pada gak ada yang bisa dimintai bantuannya dengan berbagai alasan mulai dari yang masuk akal sampe akal yang gak masuk [ex: gua takut tidur sekamar ma bule, ntar dia ngapa-ngapain gua. Gimana doo…ng / kamar gua sempit ntar gua gak enak gitu ma tu bule kalo dia tidurnya kesempitan / dirumah lagi ada nenek gua yang nginep, ntar dia malah kena serangan jantung lagi tiba-tiba ngeliat ada bule nongol dirumah]. Belon lagi ditambah alasan gak ada yang bisa bahasa inggeris sgala lagi malah makin bikin suasana jadi kalang kabut dan tentunya ngerepotin mbak Ira.

Hari kedatangan si Ausy man pun tiba. Setelah mengambil keputusan untuk memberikan tempat nginep buat Anthony di kost-kostan Lies Surya [toko easy] ternyata si Ausy man bilang kalo gak usah jemput di bandara tapi tolong dijemput diloket travel Jambi Ratu Intan pagi sekitar jam 10-an, lebih cepet dari jadwal sebelumnya. W….hat??? Usut punya usut ternyata Anthony berangkat dari Jambi bukan dari Jakarta. Saya pun sempet mikir, ni bule satu model bule apaan ya…??? Kok beda dari tamu-tamu kita yang laen…???? Udah nginepnya numpang datengnya kok naek travel. Makin aneh…

Saya pribadi sebenernya punya pertanyaan tentang tamu satu ini. Tapi berhubung bukan saya yang jemput, jadinya nyabar aja nunggu sampe hari Kamis [pesta blogger 2009]. Singkat cerita, akhirnya saya ketemu sama ni bule aneh disaat mbak Ira dan Lies ngajakin saya ikutan nimbrung di Pempek Saga sekitar jam setengah 9 malam. Nah… disitu lah saya kenalan sama si bule yang masih punya darah Italia ini. Selain Anthony Bianco, disana udah pada kenyang temen-temen dari panitia Pesta Blogger 2009 Jakarta. Ada: Enda Nasution, Mbak Nena, Mbak Dita, Ichanx’s. Juga ikutan nongkrong perwakilan dari US Embassy Jakarta-Tristram Pery.

Disini kami gak ngobrol banyak karena udah pada konsen buat acara besoknya.

Anthony BiancoTepat hari Kamis, 8 Oktober 2009. Acara yang udah ditunggu-tunggu akhirnya mulai. Saya dateng persis jam 10 kurang dikit, satu jam sebelum acara dimulai. Setelah celingak-celinguk kiri kanan, saying ‘hi’ sama temen-temen, akhirnya orang yang dimaksud keliatan. Bule satu ini lagi asik update blog-nya sebelum acara dimulai. Saya pun menyempatkan diri untuk menyapa the Ausy man ini, yaa… tentunya dengan modal bahasa Inggris yang pelintat pelintut.

Untungnya si Bule termasuk kategori bule yang memang udah biasa bergaul dan berkomunikasi dengan mengkombinasikan bahasa lisan dan bahasa tubuh. Sehingga maksud serta arti dari sebuah pembicaraan bisa ditangkap. Maklum lah, Anthony sudah mengelilingi lebih dari 40 negara didunia.

Anthony Bianco menghabiskan 4 hari dikota Palembang. Selama 4 hari disini, kami mendapatkan cerita-cerita dari perjalanannya, cerita tentang keluarganya yang ada di Brisbane, Musik kesukaannya, alasan dia menjadi seorang traveller bukannya turis, arti slogan blognya dan lain sebagainya. Anak pertama dari dua bersaudara ini dimana adiknya seorang perempuan yang telah bekerja sebagai seorang perawat lokal di Brisbane juga tidak segan-segan menceritakan tentang asal mula dirinya dan keluarganya tinggal di Australia, menurutnya Brisbane adalah tempat ternyaman untuk dirinya tinggal walaupun Indonesia adalah wilayah yang membuatnya seperti tak mau pulang kerumah. Dari percakapan yang terjadi, saya jadi tau banyak mengenai arti Indonesia yang sebenarnya dari perspektif orang asing. INDONESIA adalah sebuah nama yang memiliki makna yang sangat kuat bagi seorang Anthony Bianco. Dia mengatakan bahwa: The Real Indonesia is not good hotels, good service, good dinners, good transportation, good bedroom or good swimming pool or beach. But Indonesia is the originality of Indonesia people, the way they live, the origin of Indonesia culture, traditional foods and drinks and how they keep their tradition.

Wow, saya terperanjak mendengarkan arti Indonesia dari seorang asing yang baru 4 hari berkunjung di Palembang. Sedangkan Indonesia memiliki wilayah yang lebih besar dari sekedar kota kecil seperti Palembang. Tapi apa yang saya dapatkan adalah sebuah makna yang sakral dari sebuah negara yang bernama INDONESIA.

Anthony mengatakan: “Jikalau saya adalah orang yang berkunjung kesuatu negara, ambil contoh Indonesia untuk menikmati fasilitas hotel berbintang, makanan yang enak, pelayanan yang baik, pemandu wisata yang ramah, dan saya menghabiskan hari-hari saya dengan bermalas-malasan dipinggir pantai. Saya bisa katakan bahwa diseluruh dunia fasilitas dan kenyamanan seperti itu juga bisa anda dapatkan. Jadi apa menariknya jika saya mengatakan bahwa saya menikmati Indonesia??? Indonesia yang sebenarnya tidaklah seperti itu. Indonesia bukanlah Bali atau bukan juga wilayahnya yang diiklankan dengan menampilkan hotel-hotel yang megah, pantai yang indah ataupun kota yang ditata modern. Tapi Indonesia yang saya cari adalah Indonesia yang memperlihatkan wajah asli masyarakatnya, bagaimana cara mereka hidup, asal-usul mereka, sejarah yang membentuk mereka, makanan dan minuman asli mereka, gaya hidup mereka dan sebagainya yang menampilkan Indonesia yang sebenarnya dan tidak menampilkan wajah ‘menipu’ kepada saya. Dan itulah yang saya cari untuk saya nikmati. Saya akan katakan kepada teman-teman saya di Australia, dikomunitas Twitter, dan siapa pun yang mengujungi website saya “Inilah Indonesia yang sebenarnya, jika anda ingin mengunjungi Indonesia, kunjungilah apa yang telah saya kunjungi karena itulah Indonesia yang sebenarnya””.

Anhtony Bianco & Wahyu Budiyono At Masjid AgungInilah alasannya, mengapa selama dia disini kami dari komunitas blogger wongkito cukup terheran-heran melihat seorang Anthony Bianco begitu menikmati apa yang disajikan. Mulai dari tempat menginap yang.. ya ampu…nnnn… jauh banget dari kesan nyaman. Rumah Kost…!!!! Tidur dengan kasur tipis diatas lantai ala rumah kost, gak ada AC Cuma ada kipas angin itupun kecil, bantal yang kempet yang bisa disebut bantal kalo udah ditumpuk tiga. Kamar mandi yang airnya dibatasi jam ngalirnya, belum lagi sarapan yang terkesan asal nampel perut semacam bubur ayam ataupun kelepon dan onde-onde. Jangan ditanya untuk akomodasi jalan-jalan keliling kota, mungkin kita berharap adanya fasilitas mobil antar-jemput ber-ac dan bertata suara nyaman. Nggak….!!!! Akomodasinya: ANGKOT!!! Panas-panas keliling kota Palembang, dengan penampilan fisik yang gak sama dengan orang Palembang. Besar, Tinggi, Kulit putih, Hidung Mancung, Mata Biru, Rambut tipis, sedikit brewokan, sudah cukup untuk menarik perhatian orang sekitar yang melihat bule satu ini. Bahkan Anhotny harus sedikit kesulitan selama didalam angkot karena postur tubuhnya yang tidak dirancang untuk naik angkutan umum di kota Palembang. Selama dia disini,  belum pernah terdengar Anthony mengeluh dengan apa yang didapatkannya selama dia menghabiskan hari-harinya kota Palembang. Belum lagi sikap ramah dan juga bisa diajak becanda yang membuat anak-anak di kost pink [nama kost tempat dia menginap] pada seneng ikut-ikutan ngobrol bareng dengan pria yang suka dengan pearl jam ini. Bahkan beberapa anak kost ada yang berani mengajak Anthony ngobrol dalam bahasa Palembang, keren gak tuh… Boro-boro ngerti, Anthony Cuma cengengesan sambil bilang kalo dia gak ngerti apa yang dibilang barusan dan mita tolong dijelasin. Sambil ngakak meminta bantuan Arles [anak kost disebelah kamar Anthony menginap] untuk membantu menjelaskan. Tak hanya itu, Anthony juga tak segan-segan untuk nongkrong sambil jongkok dipinggiran kost atau bahkan ngetuk pintu kamar kost yang terbuka hanya untuk sekedar nimbrung ngobrol. Luar biasa… He is a nice guy, really nice guy…

Ada satu lagi sikap yang ditunjukan oleh pemilik situs travelling thetraveltart.com ini. Anthony sedikit keberatan jikalau kami selalu ngebayari dia makan, minum ataupun uang angkot. Dia mengatakan: “I really appreciate for all you can do to me, guys.. But please, Don’t make me feel like a king, I can pay it for myself. I really appreciate it if you don’t treat me like this all the time. You guys are so kind to me, I don’t a wanna be a burden for you ‘cause you are my friends now”. Saya dan teman-teman selalu menjawab bahwa inilah tradisi yang ada ditengah masyarakat kita. Dan sekali lagi walaupun Anthony cukup mengerti tapi dia merupakan orang yang memegang teguh sikap kesatria. Dia mampu dan dia melakukan ini karena dia benar-benar mampu bukan untuk menjadi beban bagi yang lain. Sekali lagi, Luar Biasa…

4 hari Anthony Bianco ada di Palembang, selama 4 hari juga kami mendapatkan kesan yang berarti setiap harinya dia berada disini. Tak hanya karena ‘his good personality’-nya yang bikin kita jadi gak sungkan tapi juga membawa efek kepada anak-anak kost tempat dia menginap. Ada satu kali, Anthony nampaknya tidak pernah menjemur handuk yang dipakainya sesudah mandi. Ini menyebabkan aroma ruangan kost tempat dia menginap menjadi kurang segar. Secara spontanitas anak-anak menjemur pakaian, handuk serta membersihkan ruangan disaat Anthony sedang berpergian. Kenapa anak-anak kost bisa seperti itu? Ya… karena Anthony Bianco adalah orang yang menyenangkan. Ternyata benar, SIKAP itu seperti medan magnet yang akan menarik lingkungan sekitarnya kearah medan magnet itu berasal [John C. Maxwell] ataupun kata buku The Secret dengan The Law of Attraction-nya. Ini dibuktikan disaat salah seorang dari kami menanyakan apa yang harus dipersiapkan untuk melakukan perjalanan seperti yang dia lakukan. Anthony Bianco mengatakan bahwa “You have to believe in what you do and build a good relationship with everybody who is gonna be a part of your trip and one’s more, sometimes you have to be a litlle bit crazy to do it-milikilah keyakinan terhadap apa yang akan kamu lakukan dan bangunlah hubungan yang baik dengan orang-orang yang akan menjadi bagian dari perjalanan kamu itu dan satu lagi, terkadang kamu harus sedikit menjadi gila untuk melakukannya”. Ditambahakannya, bahwa persiapan bukanlah hal yang utama melainkan anda adalah orang yang memiliki keinginan dan keyakinan yang kuat bahwa YOU ARE A TRAVELLER NOT A TOURIST.

Anthony Binco & All LadiesHari terakhir dari seorang Anthony Bianco berada di Palembang, tentunya kami dari komunitas blogger wongkito juga ingin mempersembahkan sebuah pesta kecil, yaitu: A Farewell Dinner With Anthony Bianco. Sebuah acara makan malam bersama si bule yang sudah: mengunjungi Benteng Kuto Besak, Berforo diatas Jembatan Ampera, makan malam di Riverside Restaurant, melihat kehidupan masyarakat di Kampung Kapitan, wisata purba ke Pulo Kemaro, naik Ketek menyusuri kehidupan pinggiran Sungai Musi, makan Model H. Dowa, minum Es Kacang Merah Mamat, berpose di Masjid Agung, makan Martabak HAR, sarapan bubur ayam, makan Pindang Tulang, berkunjung ke Cek Ifah songket, nyicipin Brengkes ikan patin dan Tempoyak serta cara pembuatannya, makan duren di Pasar Kuto, jalan-jalan ke Pasar 16, mengunjungi musem SMB II, Foto bareng dengan 40 orang mahasiswi UNSRI, makan klepon / onde-onde dan nyobain malem-malem minum Bandrek. Semuanya tidak terlepas dari partisipasi yang luar biasa dari teman-teman seperti: Mbak Ira [itikkecil] yang udah bela-belain nyupirin Anthony pake mobil kantor, Lies [tokoeasy] yang sedikit banyak ngurusin tempat nginep dan sarapannya Anhtony, Arles yang selalu jadi guide setianya, Arie Ardiansyah/Goiq yang juga bela-belain jadi tukang anter-jemput keliling Palembang, makan malam dan nganterin kebandara walaupun sedang puasa syawal dan terkena serangan flu dan batuk kronis dan Suzan [suzannita.wordpress.com] yang sedikit bolos kerja untuk nememin Anthony jalan-jalan.

A Farewell Dinner For Anthony BiancoA Farewell Dinner With Anthony Bianco diselenggarakan di Toro Cafe kawasan Kambang Iwak. Dihadiri oleh: Jemix, Mbak Ira, Lies, Elda, Ardy, Rahmat [Maxs], Cicit, Ouja, Kak Rio, Arle Goiq, Arles, Suzan, Jafis dan tentunya saya sendiri, Wahyu Budiyono. Setelah selesai makan malam, kami pun memberikan sebuah souvenir sebagai bentuk kenang-kenangan yang semoga saja selalu mengingatkan Anthony Bianco-thetraveltart bahwa dia pernah mengunjungi Palembang dan telah memiliki banyak teman disini. Dengan memasangkan sebuah TANJAK [aksesoris kepala untuk kaum pria Kerjaan Palembang] kekepala Anthony Bianco, seraya memberi pesan: “This a symbol that always reminds you about you friends in Palembang. You are a part of our friendship now. And we hope you will be back here again someday. And tell all your friends and your Family in Brisbane that You have many friends in here”

Malam itu adalah sebuah malam yang memang kami buat khusus untuk Bule yang ramah dan mau berbagi ini. Jujur, saya banyak belajar dari seorang yang bernama Anthony Bianco. Pembelajaran tentang sikap, penghargaan, keyakinan, membangun hubungan, komitmen dan juga arti dari sebuah pertemanan.

Anthony Bianco & Wongkito

This is it. A Learning From Anthony Bianco. A man who called thetraveltart.

Baca juga Blog Anthony Bianco:

1. Things To Do In Palembang

2. Palembang Indonesia Little Bangkok

3. Thanks for Everything Palembang

12 responses to “LEARNING FROM ANTHONY BIANCO

  1. itulah kenapa … selama 4 hari berusaha nempel terus dengan si – Ausi, walaupun dengan bahasa inggris belepotan, grammar gak karuan dan pronounsesion kacau balau, yang penting hajar bleh….
    karena dia punya hal yang luar biasa untuk dipelajari, tentunya 40 negara yang dikunjungi memberikan sekolah hidup yang luar biasa

  2. sepakat… anthony banyak memberi pelajaran buat kita-kita… salah satunya… jangan buang sampah sembarangan.. bule seperti anthony aja perduli kebersihan kota kita, kenapa kita sebagai warga yang menetap ngga perduli…

  3. Wow.. great post Wahyu. Dan memang itulah yang semestinya kita sajikan kepada wisatawan asing. Mereka kebanyakan senang yang alami dan tradisional bukan kemewahan karena itu bisa didapatkan di banyak negara lain. Tapi ya tidak semua wisatawan seperti itu. Itulah beda traveller dan wisatawan biasa

  4. kata2 terakhir dia ketika saya pamit dan bilang terima kasih padanya, “No, I’m the once who should say Thank You. I really have a wonderful time here.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s