What Will Happen If Joker is So Serious???

joker - Why So Serious?Untuk kesekian kalinya, Batman – The Dark Knight saya tonton. Mungkin, ini sudah kelima kalinya. Pada saat film ini tayang di 21 Cineplex PIM beberapa bulan yang lalu, saya begitu ingin sekali untuk sekali lagi menonton serial Batman yang selama ini bagi saya tidak lebih sebagai film anak-anak yang disajikan tidak humanis. Hanya menggambarkan sosok superhero yang ‘kelam’, jauh dari tokoh kepahlawanan yang interaktif dan lingkungan sosial yang digambarkan sebagai kota yang ‘luar biasa’ tak beradab jauh dari bayangan situasi kriminal pada umunya.

Tapi, kali ini hipotesa saya mengenai serial Batman TERPATAHKAN. Pada saat dipromosikan untuk menonton film ini saya awalnya ragu. Pada saat itu saya hanya berpikir mungkin tidak jauh berbeda dengan film-film Batman sebelumnya. Bete, sulit dicerna dan bikin ngantuk. Tapi keputusan saya untuk ikutan nonton bareng Batman – The Dark Knight merupakan keputusan yang tidak pernah saya sesali. Bagi saya, film ini merupakan film fiksi yang paling keren yang pernah saya tonton. Saya berani mengatakan seperti itu karena saya punya beberapa alasan untuk mengkategorikan film ini layak menjadi yang terbaik.

1.    Batman digambarkan sebagai superhero yang memiliki sisi humanis yang kuat. Karena tampak dalam beberapa scenes, Batman terpancing emosinya bahkan terlibat perang batin dengan dirinya disaat Bruce Wayne (Christian Bale) dihadapkan dengan pilihan antara cinta dan persahabatan. Ini yang hampir tidak pernah disinggung dalam film-film Batman sebelumnya.

2.   Alfred (Michael Cane) digambarkan jauh lebih ‘luwes’ dibandingkan dengan Alfred sebelumnya yang terkesan ‘sok’ cuek dan kaku. Disini Alfred lebih dewasa, bijak dan terkesan ke-bapak-an.

3.    Gotham city lebih natural. Berbeda dengan Gotham city difilm-film sebelumnya yang digambarkan suram, hampir tanpa siang dan brutal. Disini, Gotham city lebih hidup dan agak mirip New York.

4.    Ini yang paling  berkesan, apalagi si JOKER. Tokoh yang selalu digambarkan dengan pakaian badut dan selalu dipaksa semirip mungkin dengan gambar dalam kartu remi Joker kali ini Christoper Nolan (Sutradara) mengekspos si tokoh ‘pelawak’ ini jauh lebih hidup, liar, berantakan, slengean dan benar-benar menjadi tokoh inti dalam film ini. Tokoh ini diperankan dengan sangat menjiwai oleh Heath Ledger. Dimana dia sendiri sebagai pemeran JOKER dikabarkan TEWAS Over Dosis karena begitu terobsesi dengan perannya tersebut. Ada sumber lain mengatakan bahwa, dia tidak bisa melepaskan karakter JOKER yang dia perankan sehingga setelah film  ini selesai pun Heath Ledger masih merasa dirinya sebagai JOKER.

Alasan keempat tersebut lah yang ‘memaksa’ saya untuk menulis tentang tokoh antagonis satu ini. Jujur, saya menyukai Joker kali ini. Dari beberapa tanggapan teman-teman saya, nampaknya mereka tidak begitu mengidolakan sang pahlawan tapi JOKER. Tampilannya yang benar-benar hidup, jauh dari kesan rapi. Konyol namun kejam, berantakan namun selalu sempurna dalam penyelesaian. Ini dibuktikan diawal film, aksi si manusia ‘tertawa’ ini pun begitu sempurna, teliti dan bersih.

Saya pribadi mulai terkesan dengan film Batman sejak diluncurkannya Batman Begins. Waktu itu Christian Bale sangat pas dengan karakter Batman yang begitu prestisius. Namun sayang, saya belum begitu ‘jatuh hati’ dengan para pemeran The Joker  pada film-film sebelumnya.

Saya begitu jatuh hati dengan scene dimana JOKER menceritakan bagaimana dia memiliki luka robekan dikedua sisi mulutnya itu. Scene dimana JOKER membuktikan jawaban atas tantangan salah seorang mafia yang menantang siapa saja yang bisa membawa ‘badut’ ini mati akan diganjar dengan 500.000 USD atau 1.000.000 USD dalam keadaan hidup.

Saking sukanya saya dengan scene tersebut, sampai-sampai saya mencoba mengutip dialog si JOKER. Kurang lebih seperti ini apa yang dikatakan JOKER:

“You know how I have this scars? My father was a drinker in the vien. And one night, he goes off crazier than usual. Momy gets the kitchen knife to defend herself. He doesn’t like that not one bit. So, me watching he takes the knife to her laughing momy doesn’t. He turns to me and he said: “why so serious,son?”. He comes to me with the knife “why so serious,son?”. He takes the blade in my mouth “Let’s put a smile on that face!”. And… Then… WHY SO SERIOUS?”

Entah, mengapa saya begitu jatuh hati dengan peran antagonis yang satu ini. Tidak hanya kesuksesan Joker mengambil alih perhatian saya dari Batman, namun saya begitu mengharapkan kisah Batman selanjutnya dapat menampilkan Joker yang diperankan (dengan sukses) kembali oleh siapa pun setelah Heath Ledger (alm). Ada sedikit cerita miris tentang kematian sang JOKER ini. Begini cerita yang saya kutip dari salah satu situs berita ternama:

Aktor Heath Ledger ditemukan tewas di apartemennya di Manhattan, Selasa, diduga akibat kelebihan dosis (overdosis) narkotika, kata polisi Kota New York, Amerika Serikat (AS).
Ledger, aktor kelahiran Perth, Australia, pada 4 April 1979, dicalonkan untuk memperoleh Oscar dua tahun lalu dalam film “Brokeback Mountain”, ditemukan tewas oleh petugas rumah tangga di apartemennya di permukiman mewah SoHo, kata juru bicara polisi New York, Paul Browne.
“Kami sedang menyelidiki kemungkinan ‘overdosis’,” kata Browne.
Petugas rumah tangga itu menemukan Ledger pukul 15.26 waktu setempat (Rabu, 03.26 WIB), dalam keadaan tanpa busana dan tak bereaksi, dan berusaha membangunkan dia untuk menerima pesan, kata Browne.
“Ada banyak pil di sekitar tempat tidur,” kata Browne. Ia menduga, semua itu adalah obat tidur.
Belum ada ketetapan mengenai penyebab kematian Ledger.
Ledger dicalonkan untuk memperoleh Academy Award sebagai pemeran utama terbaik atas perannya sebagai cowboy gay dalam “Brokeback Mountain” poduksi 2005, tapi Oscar malah diperoleh oleh Philip Seymour Hoffman untuk perannya sebagai Truman Capote.
Akan tetapi, Ledger tetap meraih hadiah New York Film Critics Circle untuk peran tersebut.
Bintang tampan itu tahun lalu putus dengan pacar lamanya, aktris Michelle Williams, yang bermain sebagai istrinya dalam “Brokeback”, dan ibu kandung dari putri Ledger, Matilda (2).
Ledger sudah menjadi sasaran tabloid dan paparazzi karena hubungannya dengan aktris Naomi Watts, kendati hubungan itu telah berakhir saat pembuatan film “Brokeback” dimulai.
Ia kemudian terlibat hubungan asmara dengan Williams dan keduanya memiliki Mathilda saat film tersebut diluncurkan.
Pasangan itu berusaha bersikat rendah hati dengan tinggal di Brooklyn, tapi masih sering muncul di halaman gosip. Ia pindah ke Manhattan setelah hubungannya putus.
Ia juga pernah berkencan dengan model Christina Cauchi dan aktris Heather Graham, serta Lisa Zane.
Ledger juga membintangi film “The Patriot”, “Monster`s Ball” dan “Casanova”.
Ia tampil dalam film yang saat ini ditayangkan “I`m Not There”, dan menjadi salah seorang dari beberapa aktor yang berperan untuk menggantikan Bob Dylan, dan dijadwalkan tampil tahun ini sebagai “The Joker” dalam film lanjutan Batman, “The Dark Knight”.
Ledger sudah terkenal di negara asalnya Australia, ketika ia diperkenalkan pada khalayak AS sebagai bintang muda serial televisi “Roar” pada 1997, dan segera menjadi salah seorang aktor paling menonjol di Hollywood.
Ia tampil di layar festival dalam “Two Hands” pada 1998 dan komedi remaja “10 Things I Hate About You” pada 1999. Ia juga main dalam “The Patriot” (2000), kisah kepahlawanan Perang Revolusi.
Namun, ia meraih popularitas terbesarnya dalam film arahan Ang Lee “Brokeback Mountain” sebagai Ennis Del Mar, pekerja peternakan yang memiliki hubungan sejenis dengan sesama cowboy yang diperankan oleh Jake Gyllenhaal.
Film tersebut meraih banyak hadiah, tapi dikalahkan oleh “Crash” sebagai film terbaik guna meraih Oscar.
Setelah keberhasilan luar biasanya di “Brokeback Mountain”, Ledger diumumkan akan tampil sebagai “The Joker”, musuh Batman dalam “The Dark Knight” –yang telah menyelesaikan pengambilan gambar dan dijadwalkan diluncurkan pada penghujung tahun ini, demikian laporan Reuters.

Christopher Nolan pun nampaknya masih saya tunggu untuk mensutradarai kembali pahlawan keleawar yang satu ini sesukses Chris Colombus-nya Harry Potter.

Warner Bros, assosiasi dengan Legendary Pictures, Syncopy Production, dan Christopher Nolan Film “The Dark Knight”. Nolan menyutradai “The Dark Knight”, dengan naskah yang ditulis oleh Jonathan Nolan dan Christopher Nolan, cerita oleh David S. Goyer dan Christopher Nolan. Charles Roven, Emma Thomas dan Christopher Nolan memproduksi film ini.

“The Dark Knight” diambil dari character komik yang dipublikasi oleh DC Comics. Character Batman diciptakan oleh Bob Kane. “The Dark Knight” akan didistribusi ke seluruh penjuru dunia oleh Warner Bros.

Film ini memang terasa penuh dengan pergolakan psikologis Bruce Wayne [dan Batman] yang merasa “tidak pantas” jadi pahlawan Gotham City. Bale menjadi orang yang “sangat-murung” di film ini. Kegelisahan itu kentara sekali saat mengetahui kekasihnya [atau mantan], disandera oleh Joker. Sisi emosionalnya menarik sekali.

Sementara Ledger yang menjadi Joker, memberi interpretasi baru tentang musuh berat Batman ini. Aktingnya “sakit jiwa” dan kabarnya mengalahkan kualitas akting Jack Nicholson yang sempat memerankan Joker juga. Ledger meninggalkan kesan terakhir yang bisa dibilang cukup mengesankan di film ini. Jangan merasa ‘jahat’ kalau kemudian kamu lebih ngefans dengan The Joker ketimbang Batman. Senyumnya yanhg’gak penting’ dan ungkapannya setiap ‘membunuh’ dengan ‘why so serious?’ menjadi kalimat yang sialnya, nancep di kepala.

Nampaknya, bagi saya JOKER kali ini diperankan secara serius oleh Heath Ledger. Kalaupun ada kalimat-kalimat yang ‘dianggap’ lucu, itu hanya sekedar pengalihan untuk memulai tindakan brutalnya. JOKER saja tidak ‘SERIOUS’ sudah bengis seperti ini, bagaimana kalau “HE SO SERIOUS”???

7 responses to “What Will Happen If Joker is So Serious???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s