[Pelecehan Sexual] Apakah Anda Pelakunya…???

Kedudukan perempuan dalam era seperti sekarang, ketika selalu didengungkan persamaan posisi lelaki dan perempuan masih rawan. Dalam hal semacam itu tentu saja banyak individu yang lalu mengambil keuntungan dengan pergaulan yang lebih bebas dibanding dengan zaman dulu. NGELABA, begitu istilah gaulnya. Dikhawatirkan batas antara ngelaba dengan pelecehan s*xual akan menjadi tipis. Kalau mendengar istilah pelecehan s*xual (pernah terkenal dengan istilah ‘pesek’), yang terbayang oleh kita korbannya adalah perempuan. Walaupun, dalam pesek dapat juga terjadi sebaliknya, yaitu lelaki yang dijadikan korban/sasaran pelecehan.

Pesek terjadi kalau salah satu pihak ‘mencoba’ untuk melakukan kontak s*xual, sedangkan pihak yang dijadikan sasaran atau korban tidak berkenan atas kontak s*xual yang akan, atau sudah terjadi.

Jadi, salah satu pihak tersebut merasa terpaksa karena tidak berdaya sebagai korban. Pesek tidak menjadi kasus atau masalah, kalau yang terjadi adalah hubungan suka sama suka – yang tentunya tidak ada salah satu pihak yang merasa ‘terpaksa’‘, menjadi korban atau sasaran. Ini mohon dipahami dari sudut pandang Objektif, bukan dari sudut pandang Subjektif seperti Sudut pandang norma sosial dan Agama. Dalam kasus pelecehan, pihak yang menjadi korban selalu adalah orang yang ‘dianggap rendah’ oleh pelakunya. Kata dasar ‘leceh’ memang mempunyai arti memandang rendah, menghina, atau mengabaikan. Istilah pesek kemudian diartikan sebagai penggunaan kekerasan, atau ancaman, atau pemaksaan yang bersumber pada pandangan merendahkan, atau paling tidak menomor-duakan, secara s*xual, sehingga salah satu pihak (yang menjadi sasaran atau korban) sangat merasa tak nyaman, tak enak, atau malah terancam.

Tindak Pelecehan
Pesek mudah terjadi kalau ada pihak yang merasa lebih mempunyai power dibanding dengan pihak lain. Dengan power itu seorang lelaki (juga perempuan) yang menjadi ‘pelaku’ akan merasa ‘lebih leluasa’ dalam menjalankan aktivitasnya terhadap korban. Tindakan yang mengarah ke Pesek biasanya dimulai dari siulan, komentar, bisikan, kata-kata, sampai ke bentuk ‘nyata’ usapan, rabaan atau jamahan yang mengarah ke keinginan melakukan hubungan s*ks. Di beberapa kejadian, bentuk-bentuk ‘halus’ yang berupa rabaan atau jamahan sering tidak begitu diperhatikan karena dianggap sebagai salah satu cara untuk menunjukkan persahabatan.

Ada lima kategori Pelecehan S*ks

  1. PELECEHAN GENDER, yang berupa ungkapan verbal atau perilaku merendahkan gender lain, misalnya, mengatakan: Apa sih yang dapat dikerjakan perempuan dalam kasus semacam ini ?
  2. SEDUCTION berupa rayuan s*xual, sensual yang diucapkan secara tak senonoh, misalkan tiba-tiba menelepon mengajak kencan, atau menjadikan seseorang sasaran pembicaraan yang mengandung atau dikaitkan dengan hal-hal seksual. Juga termasuk dalam kategori ini adalah godaan seperti siulan yang sering dilakukan oleh kaum pria untuk ‘memanggil’ seorang perempuan.
  3. BRIBERY, merayu dengan disertai upaya ‘penyuapan’. Misalnya, janji akan diberi promosi kenaikan pangkat atau gaji, janji diluluskan ujian.
  4. S*XUAL COERSION: Memaksa atau mengancam dengan berbagai cara agar korban bersedia melakukan apa yang diinginkan.
  5. S*XUAL IMPOSITION berupa perlakuan ‘menyerang’ secara paksa sehingga korban tidak berdaya menolaknya. Misalnya, tiba-tiba mencium atau mendekap dari belakang.

Di lingkungan kita banyak terjadi kasus BRIBERY. Bentuk itu sering dikatakan sebagai bentuk perkosaan halus dengan memanfaatkan ketergantungan korban terhadap pelaku. Misalnya, seorang mahasiswi tidak akan diluluskan kalau tidak mau kencan dengan dosennya. Atau seorang sekretaris diancam akan kehilangan pekerjaan jika tak mau ‘diajak’ bosnya.
Dalam kasus-kasus semacam itu tidak terjadi kasus perkosaan atau Pesek yang menggunakan kekerasan fisik. Sayangnya dari 38 persen (hasil survey Suara Konsumen) perempuan yang diteliti mengaku bahwa mereka pernah mengalami Pesek dan hanya empat persen yang melaporkannya. Alasannya, pasti malu harus menceritakan kepada orang lain bahwa ada orang yang ‘berminat melakukan hal kurang baik’ dengan dirinya. Tentu saja, dengan data tersebut, sangat dikhawatirkan para hidung belang akan lebih bebas melakukan aksi mereka.

Harus diakui bahwa banyak korban tidak melaporkan kasus Pesek yang menimpanya (walau yang dialaminya termasuk kasus berat) karena ada beberapa alasan seperti malu diketahui umum, enggan berurusan dengan hukum yang diperkirakan tak akan melindungi posisinya dan sebagainya.

Sulitnya memberantas tindakan Pelecehan S*xual ini karena ketakutan korban untuk mengadukan masalahnya pada pihak yang lebih berwenang menanganinya. Jadi harus ditumbuhkan kesadaran dalam diri korban untuk berani melaporkan masalahnya, agar tidak menimbulkan berlarut-larutnya suasana yang tidak menyenangkannya tersebut.

EnBe:
Mungkin kita Pribadi kurang memahami apa sebenarnya Pelecehan S*xual itu, dan batasan-batasan mana saja yang bisa mengkategorikan tentang Pelecehan Sexual tersebut. Sehingga, tanpa kita sadari kita telah menjadi PELAKU Pelecehan S*xual.
Saya, menyajikan ini dan mengambil tulisan ini sebagai topik bahasan, semata-mata secara pribadi saya ingin belajar menghargai mahluk yang bernama Wanita. Sungguh, mereka adalah ciptaan dari sebuah Kreasi yang luar biasa yang telah diciptakan Tuhan diatas muka bumi ini. Subuhanaullah…

8 responses to “[Pelecehan Sexual] Apakah Anda Pelakunya…???

  1. kalo ada yang bilang seperti ini : kalo perempuan saja bisa, masak lelaki gak bisa? kalo lelaki gak bisa, potong saja…..
    ini pelecehan seksual bukan?:-)

  2. kalo misalnya seseorang memaksa wanita utk menonton film porno apa itu juga termasuk pesek? apakah bisa kita adukan ke polisi?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s