Archive

Archive for the ‘Politik’ Category

Anda Cantik? Ayo Nyaleg…

March 18, 2009 29 comments

caleg-maniz-2Ada beberapa fenomena menarik akhir-akhir ini dikota Palembang (khususnya) mendekati pesta demokrasi yang akan diselenggarakan pada bulan April nanti. Apalagi kalo bukan Pemilu untuk memilih para anggota legislatif. Kali ini saya bukan mau membahas soal tata cara nyoblos / conteng, atau mau mengkampanyekan siapa yang harus dicoblos. Saya sih rasional aja kalo mau nyoblos nanti, eh sebenernya agak kurang setuju dengan kalo ada orang yang gak tau harus milih siapa / partai mana dianggap sebagai golput. Lebih senang disebut golras alias golongan rasional, he…he…he… Kembali ke topik awal, sebenernya ada yang membuat saya rada geli melihat mereka yang nyoba-nyoba ‘ngadu nasib’ sebagai calon anggota legislatif alias caleg adalah berbagai semboyan yang mereka pakai untuk menarik minat masyarakat biar nyoblos mereka dan satu lagi yang menjadi pembahasan tulisan saya kali ini, yaitu: dipasangnya tampang-tampang manis dan menawan (serta mungkin juga merangsang, huahahahaha) yang jujur saja memang sesuai dengan selera laki-laki pada umumnya. Bukti ini saya temukan diberbagai tempat yang sering saya lewati baik dibeberapa jalan protokol dan juga didekat rumah saya. Saya sempet mikir: “Kok, dulu gak ada ya caleg yang model beginian…” Entah, mungkin memang punya panggilan hati nurani yang kuat untuk berjuang demi rakyat, atau iseng atau mungkin kursi legislatif bisa sebagai sarana bikin orangnya banyak duit, atau juga karena udah makin sulit cari kerjaan, daripada nganggur mendingan nyaleg yang memang sering kita denger kerjanya anggota legislatif kan memang minim. Dikit-dikit rapat, duduk, denger, ngobrol bentar udah itu dapet duit. Pulang sidang…???? Let’s go to the Mall, Baby….. Atau bisa juga, yang manis-manis ini dipasang sebagai ‘alat’ untuk bikin tertarik kalangan muda (khususnya yang cowok) biar minat terjun ke politik / parpol (yang masang simanis tadi) seraya menumbuhkan pesan: “eh, kalo elu gabung ke paprol kita neh… ceweknya pada semok, montok, manis, geulis, seksi, persis kayak yang elu liat. Liat tuh yang nyalon, cantik-cantik kan…”
Entah apa yang diusung oleh para ‘bidadari-bidadari’ ini. Sejauh yang saya liat dimedia promosi politik mereka, mereka tidak mencantumkan visi / misi politik mereka. Atau mungkin tersirat kali ya.. semisal: “Pilih saya! Maka cewek-cewek akan jadi semanis saya.” Atau “Kalo kamu bosen pilih caleg ibu-ibu, sudah saatnya memilih caleg yang masih muda, gadis dan cantik pula.” Atau yang lebih menantang: “Coblos saya mas, dijamin enak…”. Huahahahahaha, yang terkahir ini cuma imajinasi aja. Bro…
Yang menjadi keingintahuan saya tentang apa sih yang akan mereka paparkan kepada kita sebagai calon pemilih mereka agar kita yakin kalo si manis ini pantas kita pilih. (Mungkin) mereka bisa kasih contoh paparan slogan mereka kayak gini (Cuma misal):

  1. Saya kan cantik, pilih dong saya kalo kamu masih punya mata, otak dan selera yang waras.
  2. Kalo kamu milih saya, ntar saya kasih no. Pribadi saya, biar bisa ngobrol setiap saat.
  3. Saya nyaleg karena masih jomblo.
  4. Satu kecupan untuk satu suara
  5. Dan laen-laen dah….

caleg-maniz-1Huahahahaha, kayaknya maunya cowok semua ya… Tapi itu Cuma sebagai suara saya untuk para cewek cantik yang masang tampang sebagai caleg. Maksudnya, biar lebih eksis dari jauh-jauh hari sebelum ikut perpolitikan. Emang, harus jadi anggota legislatif dulu apa baru bisa mensejahterakan rakyat. Kalo gak jadi anggota legislatif gak bisa bantu…???. Harusnya kan bisa. Ambil contoh, kalo yang cantik-cantik ini punya keahlian yang positif, dari dulu-dulu dong dibagi sama masyrakat semisal anak-anak remaja yang pengen cantik bisa diarahkan bagaimana caranya berpenampilan menarik. Atau yang punya daya kreasi seni, bisa diajarkan kepada cewek-cewek agar bisa tertular jadi kreatif dan sebagainya…

Mengingat sekarang sudah ada aturan baru mengenai tata cara memilih dengan cara ‘mencontreng’. Gimana untuk aturan yang akan datang (khusus untuk caleg wanita yang maniz-manis) yaitu: Dicolek. Gimana…???

Perhatian Keras!
Foto-foto yang saya tampilkan semata-mata hanya untuk keperluan penulisan BUKAN untuk menganjurkan memilih orang yang ada digambar tersebut. Juga, saya sebagai penulis TIDAK mempunyai maksud menuduh atau menilai bahwa cewek yang nyaleg tersebut punya sifat yang jelek. Semata-mata hanya inspirasi, aspirasi, dan imajinasi saya (maap, saya lelaki normal. Wajar rada.. ehmm.. kalo liat cewek yang model kayak gini, hehehehe).

Siapa tau, kalo cewek-cewek manis ini bisa memikat hati saya, kenapa enggak kalo saya bakal nyoblos mereka…. Cihuyyy…!!!!

Categories: Politik

CALEG SETAN

October 18, 2008 10 comments

Memang aneh tapi nyata beberapa ulah CALEG ini. Edan memang seperti inilah adanya… Kalau dipikir-pikir ulah mereka untuk ‘nyaleg’ memang biasa saja tapi yang mereka lakukan untuk ‘nyaleg’ ini yang benar-benar sinting.

Di Medan, polisi kota setempat menagkap basah seorang CALEG setan yang melakukan tindak pemerasan terhadap pengusaha dealer mobil dikota tersebut. Dimana, hasil interogasi polisi si CALEG setan ini pun mengatakan uang hasil pemerasan tersebut akan dipergunakan untuk dana kampanye si CALEG setan ini. Cukup sinting kan….

Itu belum seberapa, di Kuningan Jawa Barat seorang CALEG dari Partai Golkar nekad mengumpulkan dana kampanyenya dengan cara mencuri dengan modus melarikan puluhan sepeda motor yang dia pinjam dari para tukang ojek. Dimana hasil dari penjualan sepeda motor hasil ‘jerih payah’nya tersebut akan dipergunakan untuk keperluan kampanye… Beneran Sinting nih CALEG!

Yang lebih dari pada itu, disalah satu daerah dipulau jawa juga tak kalah heboh. Salah seorang anggota Partai nekad memanjat tower telekomunikasi untuk melakukan bunuh diri. Tidak hanya itu, si CALEG setan ini pun membawa sebilah pisau untuk mencegah siapa pun yang berniat menghentikan dirinya melakukan tindakan bunuh dirinya itu. Sebab musabab mengapa si CALEG sinting ini melakukan tindakan paling bego sedunia itu pun dipicu karena para rekannya di Parta tempat dia bernaung sudah tidak mempercayakan amanat kepada dirinya untuk ‘nyaleg’ lagi. Padahal, dia sendiri sudah menjabat sebagai dewan legislatif yang sebentar lagi akan berakhir masa jabatannya. Uedan Tenan….!!!!

Saya jadi punya pertanyaan besar, bukan rahasia lagi kalau para CALEG sering bahkan selalu membungkus ajang promosi diri mereka dengan slogan-slogan yang pro rakyat, seperti: “Berjuang Demi Rakyat” atau sejenisnya. Tapi kenapa ya… ‘tujuan’ mulia tersebut seakan-akan hanya bisa diwujudkan dengan menjadi dewan legislatif ataupun pejabat pemerintahan. Apakah memang dengan cara seperti itu kita bisa mensejahterakan rakyat. Padahal, hasil kerja pemerintahan dan dewan legislatif dinegeri ini belum begitu banyak menghasilkan kemajuan yang berarti bagi kesejahteraan rakyat.

Jadi, kalau ingin dan mau mensejahterakan rakyat, kenapa harus jadi pejabat?

Atau jangan-jangan ada ‘udang dibalik bakwan’…. Udah jadi penjabat enak, eh.. masih juga pengen ‘udang’nya. Dasar Setan..!!!

Categories: Politik Tags: