Archive

Archive for the ‘Pemahaman’ Category

LEARNING FROM ANTHONY BIANCO

October 13, 2009 12 comments

Anthony Bianco & Wahyu BudiyonoSudah sepantasnya lah saya mensyukuri lantaran adanya Pesta Blogger 2009 yang diselenggarakan di Palembang kemarin telah memberikan saya pengalaman baru, suasana baru, cerita baru dan yang terpenting adalah teman baru. Diantara sekian banyak tamu dan peserta yang ikut berpartisipasi dalam acara tersebut, yang paling memberikan perhatian adalah kehadiran seorang Blogger asal Australia, Anthony Bianco owner dari http://thetraveltrart.com.

Sebenernya kedatangan Anthony Bianco sempet bikin temen-temen dari komunitas blogger ketar-ketir. Pasalnya, anak-anak pada kaget pas dikasih tau kalo Anthony mau nginep dirumah salah seorang dari kita. Makanya ini yang bikin heran, bukannya kalo nginep dihotel aja, ini kok malah numpang nginep dirumah sgala, aneh…. Sekitar sore jam 5-an gitu, Lies Surya [toko easy] dapetin SMS dari si Bule yang bilang kalo besok sore [2 hari sebelum pesta blogger] dia nyampe. Walah… makin panik, anak-anak pada gak ada yang bisa dimintai bantuannya dengan berbagai alasan mulai dari yang masuk akal sampe akal yang gak masuk [ex: gua takut tidur sekamar ma bule, ntar dia ngapa-ngapain gua. Gimana doo...ng / kamar gua sempit ntar gua gak enak gitu ma tu bule kalo dia tidurnya kesempitan / dirumah lagi ada nenek gua yang nginep, ntar dia malah kena serangan jantung lagi tiba-tiba ngeliat ada bule nongol dirumah]. Belon lagi ditambah alasan gak ada yang bisa bahasa inggeris sgala lagi malah makin bikin suasana jadi kalang kabut dan tentunya ngerepotin mbak Ira.

Hari kedatangan si Ausy man pun tiba. Setelah mengambil keputusan untuk memberikan tempat nginep buat Anthony di kost-kostan Lies Surya [toko easy] ternyata si Ausy man bilang kalo gak usah jemput di bandara tapi tolong dijemput diloket travel Jambi Ratu Intan pagi sekitar jam 10-an, lebih cepet dari jadwal sebelumnya. W….hat??? Usut punya usut ternyata Anthony berangkat dari Jambi bukan dari Jakarta. Saya pun sempet mikir, ni bule satu model bule apaan ya…??? Kok beda dari tamu-tamu kita yang laen…???? Udah nginepnya numpang datengnya kok naek travel. Makin aneh…

Saya pribadi sebenernya punya pertanyaan tentang tamu satu ini. Tapi berhubung bukan saya yang jemput, jadinya nyabar aja nunggu sampe hari Kamis [pesta blogger 2009]. Singkat cerita, akhirnya saya ketemu sama ni bule aneh disaat mbak Ira dan Lies ngajakin saya ikutan nimbrung di Pempek Saga sekitar jam setengah 9 malam. Nah… disitu lah saya kenalan sama si bule yang masih punya darah Italia ini. Selain Anthony Bianco, disana udah pada kenyang temen-temen dari panitia Pesta Blogger 2009 Jakarta. Ada: Enda Nasution, Mbak Nena, Mbak Dita, Ichanx’s. Juga ikutan nongkrong perwakilan dari US Embassy Jakarta-Tristram Pery.

Disini kami gak ngobrol banyak karena udah pada konsen buat acara besoknya.

Anthony BiancoTepat hari Kamis, 8 Oktober 2009. Acara yang udah ditunggu-tunggu akhirnya mulai. Saya dateng persis jam 10 kurang dikit, satu jam sebelum acara dimulai. Setelah celingak-celinguk kiri kanan, saying ‘hi’ sama temen-temen, akhirnya orang yang dimaksud keliatan. Bule satu ini lagi asik update blog-nya sebelum acara dimulai. Saya pun menyempatkan diri untuk menyapa the Ausy man ini, yaa… tentunya dengan modal bahasa Inggris yang pelintat pelintut.

Untungnya si Bule termasuk kategori bule yang memang udah biasa bergaul dan berkomunikasi dengan mengkombinasikan bahasa lisan dan bahasa tubuh. Sehingga maksud serta arti dari sebuah pembicaraan bisa ditangkap. Maklum lah, Anthony sudah mengelilingi lebih dari 40 negara didunia.

Anthony Bianco menghabiskan 4 hari dikota Palembang. Selama 4 hari disini, kami mendapatkan cerita-cerita dari perjalanannya, cerita tentang keluarganya yang ada di Brisbane, Musik kesukaannya, alasan dia menjadi seorang traveller bukannya turis, arti slogan blognya dan lain sebagainya. Anak pertama dari dua bersaudara ini dimana adiknya seorang perempuan yang telah bekerja sebagai seorang perawat lokal di Brisbane juga tidak segan-segan menceritakan tentang asal mula dirinya dan keluarganya tinggal di Australia, menurutnya Brisbane adalah tempat ternyaman untuk dirinya tinggal walaupun Indonesia adalah wilayah yang membuatnya seperti tak mau pulang kerumah. Dari percakapan yang terjadi, saya jadi tau banyak mengenai arti Indonesia yang sebenarnya dari perspektif orang asing. INDONESIA adalah sebuah nama yang memiliki makna yang sangat kuat bagi seorang Anthony Bianco. Dia mengatakan bahwa: The Real Indonesia is not good hotels, good service, good dinners, good transportation, good bedroom or good swimming pool or beach. But Indonesia is the originality of Indonesia people, the way they live, the origin of Indonesia culture, traditional foods and drinks and how they keep their tradition.

Wow, saya terperanjak mendengarkan arti Indonesia dari seorang asing yang baru 4 hari berkunjung di Palembang. Sedangkan Indonesia memiliki wilayah yang lebih besar dari sekedar kota kecil seperti Palembang. Tapi apa yang saya dapatkan adalah sebuah makna yang sakral dari sebuah negara yang bernama INDONESIA.

Anthony mengatakan: “Jikalau saya adalah orang yang berkunjung kesuatu negara, ambil contoh Indonesia untuk menikmati fasilitas hotel berbintang, makanan yang enak, pelayanan yang baik, pemandu wisata yang ramah, dan saya menghabiskan hari-hari saya dengan bermalas-malasan dipinggir pantai. Saya bisa katakan bahwa diseluruh dunia fasilitas dan kenyamanan seperti itu juga bisa anda dapatkan. Jadi apa menariknya jika saya mengatakan bahwa saya menikmati Indonesia??? Indonesia yang sebenarnya tidaklah seperti itu. Indonesia bukanlah Bali atau bukan juga wilayahnya yang diiklankan dengan menampilkan hotel-hotel yang megah, pantai yang indah ataupun kota yang ditata modern. Tapi Indonesia yang saya cari adalah Indonesia yang memperlihatkan wajah asli masyarakatnya, bagaimana cara mereka hidup, asal-usul mereka, sejarah yang membentuk mereka, makanan dan minuman asli mereka, gaya hidup mereka dan sebagainya yang menampilkan Indonesia yang sebenarnya dan tidak menampilkan wajah ‘menipu’ kepada saya. Dan itulah yang saya cari untuk saya nikmati. Saya akan katakan kepada teman-teman saya di Australia, dikomunitas Twitter, dan siapa pun yang mengujungi website saya “Inilah Indonesia yang sebenarnya, jika anda ingin mengunjungi Indonesia, kunjungilah apa yang telah saya kunjungi karena itulah Indonesia yang sebenarnya””.

Anhtony Bianco & Wahyu Budiyono At Masjid AgungInilah alasannya, mengapa selama dia disini kami dari komunitas blogger wongkito cukup terheran-heran melihat seorang Anthony Bianco begitu menikmati apa yang disajikan. Mulai dari tempat menginap yang.. ya ampu…nnnn… jauh banget dari kesan nyaman. Rumah Kost…!!!! Tidur dengan kasur tipis diatas lantai ala rumah kost, gak ada AC Cuma ada kipas angin itupun kecil, bantal yang kempet yang bisa disebut bantal kalo udah ditumpuk tiga. Kamar mandi yang airnya dibatasi jam ngalirnya, belum lagi sarapan yang terkesan asal nampel perut semacam bubur ayam ataupun kelepon dan onde-onde. Jangan ditanya untuk akomodasi jalan-jalan keliling kota, mungkin kita berharap adanya fasilitas mobil antar-jemput ber-ac dan bertata suara nyaman. Nggak….!!!! Akomodasinya: ANGKOT!!! Panas-panas keliling kota Palembang, dengan penampilan fisik yang gak sama dengan orang Palembang. Besar, Tinggi, Kulit putih, Hidung Mancung, Mata Biru, Rambut tipis, sedikit brewokan, sudah cukup untuk menarik perhatian orang sekitar yang melihat bule satu ini. Bahkan Anhotny harus sedikit kesulitan selama didalam angkot karena postur tubuhnya yang tidak dirancang untuk naik angkutan umum di kota Palembang. Selama dia disini,  belum pernah terdengar Anthony mengeluh dengan apa yang didapatkannya selama dia menghabiskan hari-harinya kota Palembang. Belum lagi sikap ramah dan juga bisa diajak becanda yang membuat anak-anak di kost pink [nama kost tempat dia menginap] pada seneng ikut-ikutan ngobrol bareng dengan pria yang suka dengan pearl jam ini. Bahkan beberapa anak kost ada yang berani mengajak Anthony ngobrol dalam bahasa Palembang, keren gak tuh… Boro-boro ngerti, Anthony Cuma cengengesan sambil bilang kalo dia gak ngerti apa yang dibilang barusan dan mita tolong dijelasin. Sambil ngakak meminta bantuan Arles [anak kost disebelah kamar Anthony menginap] untuk membantu menjelaskan. Tak hanya itu, Anthony juga tak segan-segan untuk nongkrong sambil jongkok dipinggiran kost atau bahkan ngetuk pintu kamar kost yang terbuka hanya untuk sekedar nimbrung ngobrol. Luar biasa… He is a nice guy, really nice guy…

Ada satu lagi sikap yang ditunjukan oleh pemilik situs travelling thetraveltart.com ini. Anthony sedikit keberatan jikalau kami selalu ngebayari dia makan, minum ataupun uang angkot. Dia mengatakan: “I really appreciate for all you can do to me, guys.. But please, Don’t make me feel like a king, I can pay it for myself. I really appreciate it if you don’t treat me like this all the time. You guys are so kind to me, I don’t a wanna be a burden for you ‘cause you are my friends now”. Saya dan teman-teman selalu menjawab bahwa inilah tradisi yang ada ditengah masyarakat kita. Dan sekali lagi walaupun Anthony cukup mengerti tapi dia merupakan orang yang memegang teguh sikap kesatria. Dia mampu dan dia melakukan ini karena dia benar-benar mampu bukan untuk menjadi beban bagi yang lain. Sekali lagi, Luar Biasa…

4 hari Anthony Bianco ada di Palembang, selama 4 hari juga kami mendapatkan kesan yang berarti setiap harinya dia berada disini. Tak hanya karena ‘his good personality’-nya yang bikin kita jadi gak sungkan tapi juga membawa efek kepada anak-anak kost tempat dia menginap. Ada satu kali, Anthony nampaknya tidak pernah menjemur handuk yang dipakainya sesudah mandi. Ini menyebabkan aroma ruangan kost tempat dia menginap menjadi kurang segar. Secara spontanitas anak-anak menjemur pakaian, handuk serta membersihkan ruangan disaat Anthony sedang berpergian. Kenapa anak-anak kost bisa seperti itu? Ya… karena Anthony Bianco adalah orang yang menyenangkan. Ternyata benar, SIKAP itu seperti medan magnet yang akan menarik lingkungan sekitarnya kearah medan magnet itu berasal [John C. Maxwell] ataupun kata buku The Secret dengan The Law of Attraction-nya. Ini dibuktikan disaat salah seorang dari kami menanyakan apa yang harus dipersiapkan untuk melakukan perjalanan seperti yang dia lakukan. Anthony Bianco mengatakan bahwa “You have to believe in what you do and build a good relationship with everybody who is gonna be a part of your trip and one’s more, sometimes you have to be a litlle bit crazy to do it-milikilah keyakinan terhadap apa yang akan kamu lakukan dan bangunlah hubungan yang baik dengan orang-orang yang akan menjadi bagian dari perjalanan kamu itu dan satu lagi, terkadang kamu harus sedikit menjadi gila untuk melakukannya”. Ditambahakannya, bahwa persiapan bukanlah hal yang utama melainkan anda adalah orang yang memiliki keinginan dan keyakinan yang kuat bahwa YOU ARE A TRAVELLER NOT A TOURIST.

Anthony Binco & All LadiesHari terakhir dari seorang Anthony Bianco berada di Palembang, tentunya kami dari komunitas blogger wongkito juga ingin mempersembahkan sebuah pesta kecil, yaitu: A Farewell Dinner With Anthony Bianco. Sebuah acara makan malam bersama si bule yang sudah: mengunjungi Benteng Kuto Besak, Berforo diatas Jembatan Ampera, makan malam di Riverside Restaurant, melihat kehidupan masyarakat di Kampung Kapitan, wisata purba ke Pulo Kemaro, naik Ketek menyusuri kehidupan pinggiran Sungai Musi, makan Model H. Dowa, minum Es Kacang Merah Mamat, berpose di Masjid Agung, makan Martabak HAR, sarapan bubur ayam, makan Pindang Tulang, berkunjung ke Cek Ifah songket, nyicipin Brengkes ikan patin dan Tempoyak serta cara pembuatannya, makan duren di Pasar Kuto, jalan-jalan ke Pasar 16, mengunjungi musem SMB II, Foto bareng dengan 40 orang mahasiswi UNSRI, makan klepon / onde-onde dan nyobain malem-malem minum Bandrek. Semuanya tidak terlepas dari partisipasi yang luar biasa dari teman-teman seperti: Mbak Ira [itikkecil] yang udah bela-belain nyupirin Anthony pake mobil kantor, Lies [tokoeasy] yang sedikit banyak ngurusin tempat nginep dan sarapannya Anhtony, Arles yang selalu jadi guide setianya, Arie Ardiansyah/Goiq yang juga bela-belain jadi tukang anter-jemput keliling Palembang, makan malam dan nganterin kebandara walaupun sedang puasa syawal dan terkena serangan flu dan batuk kronis dan Suzan [suzannita.wordpress.com] yang sedikit bolos kerja untuk nememin Anthony jalan-jalan.

A Farewell Dinner For Anthony BiancoA Farewell Dinner With Anthony Bianco diselenggarakan di Toro Cafe kawasan Kambang Iwak. Dihadiri oleh: Jemix, Mbak Ira, Lies, Elda, Ardy, Rahmat [Maxs], Cicit, Ouja, Kak Rio, Arle Goiq, Arles, Suzan, Jafis dan tentunya saya sendiri, Wahyu Budiyono. Setelah selesai makan malam, kami pun memberikan sebuah souvenir sebagai bentuk kenang-kenangan yang semoga saja selalu mengingatkan Anthony Bianco-thetraveltart bahwa dia pernah mengunjungi Palembang dan telah memiliki banyak teman disini. Dengan memasangkan sebuah TANJAK [aksesoris kepala untuk kaum pria Kerjaan Palembang] kekepala Anthony Bianco, seraya memberi pesan: “This a symbol that always reminds you about you friends in Palembang. You are a part of our friendship now. And we hope you will be back here again someday. And tell all your friends and your Family in Brisbane that You have many friends in here”

Malam itu adalah sebuah malam yang memang kami buat khusus untuk Bule yang ramah dan mau berbagi ini. Jujur, saya banyak belajar dari seorang yang bernama Anthony Bianco. Pembelajaran tentang sikap, penghargaan, keyakinan, membangun hubungan, komitmen dan juga arti dari sebuah pertemanan.

Anthony Bianco & Wongkito

This is it. A Learning From Anthony Bianco. A man who called thetraveltart.

Baca juga Blog Anthony Bianco:

1. Things To Do In Palembang

2. Palembang Indonesia Little Bangkok

3. Thanks for Everything Palembang

A MESSAGE FROM HEAVEN

October 3, 2009 Leave a comment

“Kalo suka, knapa gak skalian lu minta dijodohin ma tu anak?” Kata seorang guru agama sama muridnya.

“Gimana urusannya nih pak ustadz, kok malah minta dijodohin segala. saya suka sama dia tapi tu anak udah punya pacar gitu. Udah 6 taon lagi pacarannya” Jawab sang murid.

“Eh, denger ya… Kalo lu mintanya pacar udah pasti kagak dikabulin tu doanya elu. Tapi kalo lu mintanya istri, Insya Allah deh apa sih yang gak mungkin kalo Allah udah bilang Kun Fayakuun. Ketimbang urusan satu perempuan ini… Pacaran ntu kagak ada status hukumnya, 6 taon juga kagak ada artinya orang cuma pacaran doang, yang penting kalo elu doanya sungguh-sungguh minta dijodohin ma ntu anak Insya Allah pasti ada aja jalannya. Lagian elu kok letoy banget sih jadi laki… Optimis dong!”. Kata guru memberikan optimisme kepada muridnya.

“Bener juga yak… “ Imbuh sang murid.

“Yang penting, elu pasang niat yang kuat trus perbaiki kualitas diri dan jangan lupa ikhtiarnya juga dikencengin lagi tinggal ujungnya biar Allah yang maenin alur ceritanya. Ngerti?”

“Iya ustadz…” Kata sang murid sambil ngangguk.

Itu dia sekilas cerita yang saya dapatkan dari seorang teman yang mengalami sendiri kejadiannya. Sudah lebih dari 1 tahun tidak berjumpa, pada saat sholat subuh di Yayasan Pusri Al Aqobah I dibulan Ramadhan 2009 saya kembali bertemu dengan teman lama saya tersebut.

Kami pun ngobrol-ngobrol dan akhirnya dia menanyakan apakah saya sudah menikah. Saya jawab, BELUM. Teman saya ini ketawa ringan sambil bilang : “Gua udah nikah, Yu… Anak gua baru 1 bulan sekarang…”. Alhamdulillah… tak lama setelah pernyataannya tersebut, berceritalah dia mengenai pertemuannya dengan sang  istri waktu itu. Pertemuan yang biasa yang berujung kepada tumbuhnya rasa suka dalam hati teman saya ini yang kemudian perasaannya ini dia ceritakan kepada guru agamanya waktu di Jakarta. Dia bilang kalau dia punya rasa dengan anak salah seorang donatur masjid tempat dia tinggal. Pertemuan itu berawal lantaran teman saya ini juga ikut mengurusi remaja masjid dan perempuan yang teman saya suka ini kebetulan suka memberikan materi pendidikan di Taman Pendidikan Al-Quran yang ada di Masjid tersebut. Mulai dari sinilah perasaan itu muncul. Berbulan-bulan teman saya ini menjadi seorang secret admirer alias penggemar rahasia akhirnya gak tahan juga untuk diungkapkan. Dan seperti cerita diatas lah, kisahnya tersebut diceritakan kepada saya…

“Tapi beneran loh, Yu… Kalo kita beneran mintanya jodoh apapun yang gak mungkin jadi mungkin, apapun yang gak logis bisa jadi logis, apapun yang nampaknya sulit kok jadi mudah gitu loh… yang penting kepantasan diri kita untuk segera mendapatkan jodoh itu yang paling utama” Teman saya berujar.

Saya sempet diam sebentar dan tidak terlalu lama dia melanjutkan.

“Begini, menikah dan memiliki pasangan hidup itu adalah salah satu kenikmatan terbesar dunia yang diridhoi oleh Allah. Banyak manfaat dan pemenuhan janji Allah bagi orang-orang yang menikah. Lu tau kan apa aja… Nah, itu baru kenikmatan dunia belon lagi yang diakhirat. Banyak orang bisa melihat kebahagiaan dan kenikmatan menikah tapi mereka ingin merasakannnya diawal yaitu dengan berpacaran. Ini gak bisa!. Kenikmatan berpacaran itu sifatnya semu dan sangat sedikit sekali manfaatnya, gua udah ngarasain sendiri kok, lu tau kan gua gimana…  Makanya banyak orang pacaran tapi gayanya kayak orang-orang yang udah nikah gitu… Ujung-ujungnya ya nikah juga tapi lantaran begituan… Ini yang bisa memancing laknat Allah bagi orang yang menikah karena MBA. Bukannya makin berkah malah menikah makin banyak malapetakanya”.

Saya pun sedikit memotong : “Trus, gimana ujungnya lu bisa insap begini…? Hehehehe”

Teman saya meneruskan : “Hahahahaha, elu bilang gua insaf? Alhamdulillah deh… Iya nih gua memang saat itu mikir, kok begini begini aja ya hidup gua, gak ada kemajuannya dalam arti apa sih yang jadi motivasi hidup. Gua nikah bukan karena temen-temen kita udah pada nikah, Yu… tapi karena gua yakin banget kalo Allah itu Sang Penepat Janji, DIA kan menjanjikan kalo kita nikah kebahagian dunia akan dilipat gandakan, trus rejeki akan dibikin berkali-kali lipet, dapet jaminan surga juga, udah itu juga yang paling enak adalah halallantoyiban. Hahahahaha…. Gua pengen bahagia, Yu… Pengen dapet kebahagiaan yang belon gua dapetin seumur hidup gua. Trus juga gua pengen kaya yang beneran kaya bukan kaya yang kayak-kayaknya kaya. Intinya, gua pengen buktiin janji Allah ama gua, entah kok gua pengen banget, Yu…”

Obrolan kami pun berlanjut menceritakan tentang para mantan-mantan pacarnya yang entah apa kabarnya sekarang. Saya mengenal teman saya ini sudah cukup lama. Kami pernah menghabiskan masa sekolah bersama walaupun tidak satu sekolah. Teman saya ini memang seorang yang memiliki karisma yang luar biasa. Makanya gak heran kalo temen perempuannya segambreng. Dia selalu bilang kalo dia mau nikah kalo udah jadi orang kaya, makanya itu saya kaget setelah saya ketemu beliau dan ternyata telah menikah.

Sesampai diujung pertemuan kami, dia pun berpesan kepada saya:

“Jadikan diri kita memiliki KEPANTASAN untuk mendapatkan jodoh terbaik didunia ini. Caranya, kalaulah MENIKAH adalah sesuatu ANUGRAH YANG LUAR BIASA, sudah sepantasnyalah kita menjadikan kualitas diri kita pantas untuk mendapatkan sesuatu yang LUAR BIASA itu. Jangan maunya aja yang enak tapi pribadinya manusianya rendah. Pengen dapet istri cantik, solehah, agamanya bagus, turunan baek baek, pinter ngaji, paham agama, bisa ngurus suami, nurut dan sebagainya tapi kitanya masih sholatnya yang gak khusyuk, suka telat, bolong bolong, ngajinya gak lancar, gak nurut ma orang tua, sedekahnya kurang banyak kurang gede, tahajjudnya minim, dhuhanya juga minim, bermasyarakatnya kurang bagus. Ya… gimana mau dapet…. Kalo pun dapet ya dapetnya yang gak nurut ma orang tua, yang gak sholat, yang gak ngerti agama dan laen-laen persis kayak kualitas kita tadi. Pokoknya kalo lu pengen dapet pasangan terbaik didunia lu mesti jadi ‘pacar’ terbaik dulu deh bagi Allah… Kalo elu udah beneran ditaksir ma Allah, apapun lu minta semuanya jadi gampang…. Siapa yang bakal ngira gua bisa matahin dominasi mantan pacarnya bini gua yang udah 6 taon pacaran kalo bukan ada Allah yang ikut campur. Bapak tu laki kayanya kurang apa coba, malah bini gua dulu pernah dipinjemin mobil Yaris buat kuliah selama lebih dari 2 taon plus uang bensin, pokoknya bini gua dulu ceritanya udah mirip pujaan bagi tuh laki, Yu… Tapi sekali lagi, kalo udah jodoh semuanya jadi PASTI. Orang boleh bilang GAK MUNGKIN tapi kalo Allah yang bilang Kun pasti Fayakuun…”

Yapz, that’s right, dude….

Sambil jalan menuju parkiran masjid, sekali lagi pesannya untuk saya:

“Mintalah kepada Allah perempuan-perempuan yang elu kenal baik sekarang dan halal menikah dengan elu yang salah satu dari mereka mungkin akan menjadi pasangan hidup lu yang baik dan yang terbaik serta selalu menjadi yang terbaik. Percaya deh… Lu pasti gak bisa ungkapin dengan kata-kata kalo lu udah dapet kebahagiaan itu. Inget, milikilah KEPANTASAN diri untuk mendapatkan JODOH TERBAIK lu itu karena banyak orang berbicara dan berkata ‘BELUM SIAP’ untuk menikah tapi sebenarnya kalimat itu memiliki arti tersirat yang mengatakan bahwa dia belum siap memperbaiki diri. Gua doain deh… Semoga elu, Wahyu Budiyono termasuk golongan orang-orang yang selalu memperbaiki diri…”

Amin ya Rabb…

Benar adanya apa yang disampaikan oleh teman saya itu. Sungguh pun mengapa jodoh itu belum datang tentunya diri ini belum banyak melakukan perbaikan diri yang sepantasnya Allah inginkan.

Thanks Allah, I Love YOU so much…

It’s a message come from heaven. Yes, It is…

Heart

CINTA BERADAPTASI

July 29, 2009 5 comments

Beberapa waktu yang lalu, saya terlibat sebuah pembicaraan yang sangat menarik dengan seorang yang saya kenal dekat. Pembicaraan yang awalnya hanya bertegur sapa berlanjut dengan pembicaraan mengenai soal CINTA. Hehehehehe.. topik yang gak pernah habis buat dijadiin tema obrolan. Tapi pembicaraan soal cinta kali ini ada yang bikin menarik. Apa tuh? Soal cinta terhadap seseorang yang nggak bisa hilang atau kata lainnya cinta yang sudah menjadi bagian hidup dari orang itu. LOVE AS A PART OF LIFE.

Eh beneran nih… Teman saya itu nanya: “Kok, bisa sih cinta terhadap seseorang itu gak hilang atau dihilangin aja?” Ya, sebenernya bisa-bisa aja. Tapi kalau kita bicara soal cinta yang baik, kayaknya gak mesti dihilangin atau dibuang dari kehidupan kita deh… Trus, gimana dong… Pembicaraan kita rada agak terbatas karena waktu, makanya saya mau jelasin pandangan saya terhadap cinta yang baik yang gak harus dihilangin itu kepada teman saya ini lewat Blog saya. Moga-moga aja bikin jelas apa yang menjadi pandangan saya mengenai topik pembicaraan kami ini.

Ada sebuah ilustrasi, dimana ada seorang cowok / cewek yang masih menyimpan rasa cintanya terhadap pasangannya dulu  walaupun kondisi mereka berdua berbeda dengan kondisi mereka yang sekarang ini dimana dulu mereka pernah menjalin cinta, ciye… ciye… Ehm, balik serius nih… Nah, cerita berlanjut, memang mereka sempat menjalin hubungan cinta layaknya para remaja lain pada masa itu. Tapi dengan seiring waktu berjalan masing-masing dari mereka akhirnya telah memiliki kekasih. Tapi salah seorang dari mereka masih menyimpan perasaan cinta terhadap yang lain. Ini menimbulkan sebuah pertanyaan, apakah masih dianggap sesuatu hal yang normal jika cinta yang dulu pernah ada masih ada samapai sekarang  walaupun mereka suda tidak berpacaran lagi. [Kayak sinetron yak, padahal gw eneg banget ma sinetron]… Ok, ok.. lanjut… Pertanyaannya adalah kok bisa gitu ya punya cinta yang masih disimpen padahal kondisinya sudah beda? Kan kasian dengan pacarnya yang sekarang dong.. Trus gimana pandangan saya terhadap topik seperti ini?

Makanya saya bela-belain nulis tanggapan saya tentang topik cinta yang kayak beginian. Menurut saya, normal-normal saja selama perasaan CINTA / CINTA yang ada tidak melanggar nroma-norma hukum, agama dan sosial budaya. Kok gitu? Begini: CINTA kan anugerah, berkah, sesuatu yang abstrak tapi kerasa banget rasanya. Kayak angin gitu, gak keliatan tapi bisa dirasakan. Kehadiran CINTA itu beneran bisa dirasain banget. Karena CINTA juga bisa sebagai motivasi hidup terbesar, kekuatan dan juga bagian dari yang namanya IMAN / KEYAKINAN. Kalau kondisi yang digambarin diatas itu masih dalam ruang lingkup dimana kedua orang yang pernah pacaran itu sama-sama belum menikah / merencanakan pernikahan, gak jadi soal. Yang penting sekali lagi saya tegaskan, digarisin bawah, ditebelin tulisannya, diterangin pake stabilo. SELAGI TIDAK MELANGGAR HUKUM NEGARA, AGAMA, NORMA SOSIAL semuanya sah-sah saja.

“BIARKAN CINTA BERADAPTASI SESUAI DENGAN TEMPAT IA BERTUMBUH”

Trus, saya tanya sama teman saya: “Trus, perwujudan rasa cinta salah satunya itu ada gak?” Dia bilang: “Belon”. Saya jawab lagi: “Ya, udah… biarin aja” Dia bilang lagi: “Kok gitu…”

La iya lah.. yang penting perwujudan CINTA dari salah satunya itu masih memandang kenyataan yang ada dan direfleksikan sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.

Contohnya begini:

Dulu waktu kita kecil, orang tua kita kan sayang banget ma kita, wujud dari CINTA mereka salah satunya dengan nemenin kita sekolah, ngajarin belajar, nemenin main, nemenin bobok, nyuapin dan lain lain. Seiring tumbuhnya kita, berkurang gak rasa CINTA orang tua kita terhadap kita walau kita telah tumbuh dewasa? Menurut saya jawabannya: “TIDAK”. CINTA mereka TETAP BESAR bahkan MAKIN BESAR. Trus, apakah perwujudan CINTA mereka itu sama dengan kondisi kita sewaktu kecil? Jawabannya: “YA.. NGGAK LAH!!!”. Emang lu masih mau dikelonin tidur, disupain makan, dimandiin, dianterin kekantor?? Yang pasti gua yakin lo pada gak bakalan mau kan…..

Sekali lagi ni ya… Apakah dengan gak nemenin tidur lagi, gak nyuapin lagi, gak mandiin lagi, gak nganterin lagi semuanya itu bisa dikatakan bahwa orang tua kita gak CINTA lagi kepada kita? Jawabannya: “TIDAK”. Nah, ini yang saya sebut sebagai ADAPTASI CINTA. KADARNYA SAMA BAHKAN BERTAMBAH TAPI PERWUJUDANNYA BERADAPTASI DENGAN LINGKUNGAN, KONDISI SERTA SITUASI SESUAI TEMPAT CINTA ITU BERTUMBUH.

Kalo CINTA beneran bisa begini dan kenyataannya bisa begini, kenapa CINTA harus dihilangkan bahkan menghilang? Kecuali kita yang memiliki CINTA itu memang menginginkannya untuk hilang. Kembali kecerita tadi… Bagi saya kalau memang bener masih ada CINTA pada salah satu dari mereka, biarkan aja CINTA itu tumbuh sesuai dengan keadaan yang terus berjalan. Kalau pun nantinya mereka berjodoh kan syukur Alhamdulillah, kalau enggak kan bisa beradaptasi menjadi CINTA kepada seorang sahabat / saudara, kalau masing-masing udah punya pacar kan bisa aja CINTA itu menjadi cinta sebagai teman biasa.

Apa yang kita bisa bayangkan kalau dihati dan pikiran ini CINTA sudah tak ada??????

Anak kecil akan menjadi objek pelampiasan amarah, orang tua menjadi tempat yang selalu dipersalahakan, teman akan menjadi musuh terbesar dan dunia akan menjadi tempat yang paling tidak nyaman untuk ditinggali. Ya.. akibatnya benci pun tumbuh walaupun terhadap diri sendiri. KEBINASAAN lah akan menjadi akhir dari cerita jika CINTA sudah tak ada. Bukan kah salah satu tanda dari datangnya kiamat adalah dengan hilangnya CINTA. CINTA terhadap TUHAN, MAKHLUK TUHAN, HAMBA TUHAN bahkan DIRI SENDIRI. Bukankah menghargai juga melibatkan CINTA. CINTA juga terlibat secara langsung terhadap pertanggung jawaban seorang kepala rumah tangga untuk menafkahi keluarganya, CINTA juga lah yang memainkan peran untuk mendamaikan, CINTA lah yang membuat diri kita mampu memaafkan kesalahan yang ada dan menerima pembelajaran dari kesalahan yang ada, CINTA menjadi aktor utama penambah keyakinan kepada SANG KHALIK dan utusan-utusan-Nya… Biarkan diri ini menikmati manisnya IMAN karena adanya CINTA yang membuat segalanya menjadi mudah.

So, mari jadikan CINTA sebagai sumber inspirasi utama, kekuatan dan kemampuan serta kemauan untuk merubah dunia ini menjadi lebih berarti.

Sekarang saatnya untuk bernyanyi:

“… Tau kah Kau diri ku tak sanggup hidup bila Kau jauh dariku ku ingin dipeluk Mu selalu…

Oh, Tuhan tetapkan rasa CINTA ku ini hanya untuk Mu. Selalu setia selama-lamanya…”

I LOVE MY HEART

July 28, 2009 1 comment

Because I Love You With All Love in My Life

So, Please …

Guide me ’till the end of time

Protected: TERDALAM

June 9, 2009 Enter your password to view comments

This post is password protected. To view it please enter your password below:


KEAJAIBAN & KERJA KERAS

April 19, 2009 28 comments

Pada saat saya mendengarkan karya musik dari VIERRA [Dengarkan Curhatku] dan NO DOUBT [Don't Speak] terlewat dalam benak saya sesuatu yang menginspirasi saya untuk membuat tulisan ini. Sebelum saya mendengarkan dua karya luar biasa tersebut, disaat dalam perjalanan terlintas beberapa bait lagu yang juga saya kenal grup musik yang memiliki karya tersebut. Mereka adalah Kangen Band. Karena saya termasuk kedalam kategori orang yang gampang sekali teringat bait, nada atau irama dari sebuah lagu. Maka, karya lagu dari Kangen Band tersebut kok rasanya susah saya hapus selama perjalanan saya. “Coba kau fikirkan coba kau renungkan…..” Yah… begitulah syairnya. Jujur saya gak suka dengan karya-karya mereka. Eits, tapi hanya sebatas karya mereka aja loh.. Suer!. Gak lebih… Jika dibandingkan dari segi kualitas [skill musikalitas, karya lagu, aransemen, kualitas rekaman, pemilihan sound termasuk juga penampilan] antara VIERRA & NO DOUBT versus KANGEN BAND… Maka, kesimpulan yang bisa kita dapat adalah: And The Winner Goes To….

Anda bisa jawab sendiri lah…

Tapi, kalo kita boleh sedikit menelisik dengan kondisi ini maka akan ada benang merah yang (semoga saja) bisa di-amini oleh para teman-teman semua.

Kangen Band

Bermula pada kemunculannya diakhir 2007, KANGEN BAND secara (cukup) mengejutkan tampil dengan sajian yang (bisa) dikatakan ‘jauh’ dari ‘kaidah’ dunia entertainment khususnya dunia anak band yang ’sudah’ terlanjur punya trademark tersendiri. Apalagi dengan tampilan ’seadanya’ lalu dengan skill yang bisa dikatakan banyak ’salahnya’ seperti: cara pemain drumnya yang punya cara main yang ‘nggak sekolahan’. Belum lagi gitarisnya yang punya ‘gaya’ megang gitar yang biasa kita liat dipengkolan kampung, gak educated banget. Apa lagi suara vokalis dan backing vocal yang ’sangat’ terkesan ‘asal’ tabrak. Dan masih banyak selusin kekurangan dan gak dikit juga ‘kekurangajaran’ sajian band yang akhirnya makin lengkaplah julukan the most unwanted performance band in Indonesia diberikan kepada mereka ketika band ini di-akikah dengan nama KANGEN BAND. Walah….!!!!

The worst thing can be too good thing… Itulah istilah yang bisa saya pinjam dari dunia creative marketing. Yang jelek bisa jadi bagus… Iya itulah dia.. Fakta gak bisa dibantah. Ternyata Band ini ‘terlanjur’ jadi Band ‘ngetop’ bin ‘markotop’ didunia musik Indonesia. Suka gak suka, itu yang harus diterima. Yang kagum makin nambah, yang ngejek gak dapet untung apa-apa, sementara anggota band makin banyak duit…

Trus, ada yang nanya: Kok bisa ya…??

Begini, kalau kita mau (sedikit) menyimak kisah hidup dari masing-masing anggota KANGEN BAND bisa jadi kita rada ngelus dada. Yapz.. kehidupan yang lumayan keras pernah mereka jalani, hanya untuk mencukupi kebutuhan ekonomi mereka. Mereka jalani semua itu selama bertahun-tahun… Eh, waktu luang mereka diisi dengan iseng maen musik. Alakadarnya memang…. Tapi siapa nyangka, kegiatan waktu luang inilah yang sekarang menghasilkan RUPIAH. Ibarat kata: Tuhan membayar mereka ditempat kerja mereka yang lain. Kalo menurut saya, mereka dibayar oleh Sang Maha Perkasa tersebut sudah termasuk lembur mereka selama ini, apa itu? Ya.. kehidupan keras mereka itu loh… Siapa yang bekerja keras PASTI akan dibayar LUNAS. Titik, gak usah dibantah.

VierraBeralih ke VIERRA… Band baru yang tampil mempesona ini sebenernya punya ‘proses’ yang hampir sama yang menghantarkan mereka seperti sekarang ini.  VIERRA ‘naik daun’ bukan lantaran si Kevin anaknya Adi MS & Memes. Tapi emang lantaran proses waktu yang dilalui terbilang cukup lama. Saya ambil contoh Kevin-nya aja ya… (biar gak panjang). Dia didik dari kecil oleh kedua orang tuanya dengan musik, diajarkan tata cara yang baik dan benar tentang kaidah bermusik. Betahun-tahun…. Catat itu. Apakah Kevin langsung nge-top? Mungkin ‘iya’. Tapi ngetop sebagai musisi? Belom. Dia harus ‘membayar’ prosesnya dengan tampil dengan mengiringi sang nyokap, jadi additional player bahkan ‘nyicipin’ juga manggung kecil-kecilan. Bahkan, ketika akan membuat band, ni anak rela nge-kost. Alasannya, biar chemistry-nya dapet alias biar cukup mandiri, ujarnya di Infotainment yang sempet saya tonton. Muantab!

Sekarang, persamaan kedua Band ini? Yapz… Mereka RELA menukar waktu, tenaga, uang dan mental mereka untuk kehidupan mereka yang sebenarnya. Bukan untuk pekerjaan mereka! Ketika dua Band ini melakukan pengorbanan yang Ikhlas dan disertai dengan Sabar, maka hasilnya adalah: KEAJAIBAN… Ya… KEAJAIBAN dari Tuhan sebagai ‘upah’ mereka ber-ikhtiar.

KANGEN BAND dibayar dari sumber yang bukan pekerjaan mereka yang sebenarnya dan VIERRA dibayar atas waktu dan proses yang mereka lalui.

Bagi saya, KANGEN BAND itu refleksi ketabahan dan kegigihan yang mereka wujudkan dalam pekerjaan yang bisa dikatakan ‘kelas bawah’ dan TUHAN menunjukan ‘jalan lain’ dari rejeki mereka. Dan VIERRA itu refleksi kekuatan niat dan fokus diri untuk memwujudkan cita-cita dan jadilah karya musik yang MENYENANGKAN…

Kalau saya ‘harus’ membandingkan karya VIERRA dengan karya band lain semacam Hijau Daun, Wali dan sebagainya… Maka kesimpulannya: They’re the best. They’re qualified to be born as a next shiny star

Akhirnya, KEAJAIBAN hanya dimiliki oleh mereka yang bekerja keras dan menumbuhkan CINTA dalam pekerjaan mereka tersebut dan mereka sirami dengan HARAPAN yang indah sehingga PANTAS untuk terwujud. Inilah hukumnya… 

W A K T U . . .

March 1, 2009 4 comments

Ulang Tahun Wahyu Budiyono

“Tak ada satu pun makhluk dimuka bumi ini yang diberikan WAKTU lebih banyak atau sedikit dari yang lain. Dan tak ada segala sesuatu yang sangat berharga ataupun yang terkuat yang diciptakan dimuka bumi ini yang dapat memajukan, memundurkan, melebihkan, mengurangkan, membeli bahkan menjual yang namanya WAKTU. Sungguh pun WAKTU adalah satu-satunya perkara dunia yang bisa menghentikan segala sesuatu… “

Segalanya yang terjadi dalam kehidupan ini diukir oleh berjalannya WAKTU. WAKTU adalah sesuatu yang terus maju. Tak kenal kompromi alih-alih dapat diulang kembali. Karena tak sedikit kisah yang terjadi dengan sangat dramatis begitu sangat ingin diubah oleh manusia kalaupun WAKTU dapat diputar kembali. Sungguh pun keinginan manusia yang terbesar adalah memiliki kemampuan memutar kembalinya WAKTU.

Namun sayang… Kekuaatan dari WAKTU tak ada yang dapat melawannya. Dan sungguh begitu MAHA PERKASA dzat yang menciptakan WAKTU.

Kita pun mungkin menyadarinya bahwa setiap dari diri kita telah ditetapkan urutan WAKTU hidup kita. Dan itu tak akan dapat dikurangi ataupun ditambah baik dimajukan maupun dimundurkan.

Melewati perjalanan WAKTU hidup kita setiap saat dapat diperumpamakan dengan pekerjaan kantor. Dimana kita diberi waktu untuk mengerjakan suatu pekerjaan yang diberikan kepada kita dan setelah selesai atasan akan meminta pertanggung jawaban. Dengan segala upaya serta kemampuan terbaik kita, pekerjaan yang diselesaikan itu harus benar, tepat, akurat dan cermat. Karena reputasi kita sebagai karyawan / pekerja sangat ditentukan dengan hasil kerja dan kecermatan menggunakan WAKTU untuk menyelesaikannya.

Pernah kan kita ditanya:

“Kamu percaya adanya Tuhan, gak?”

Dengan tanggap bagi kita yang normal tentunya langsung menjawab:

“Percaya…!”

Kemudian ditanya kembali:

“Kok bisa? Emangnya pernah ketemu Tuhan? Kok bisa percaya…?”

Dengan bijaknya kita pun menjawab:

“Dengan melihat alam sekitar kita, saya sudah sangat yakin kalau Tuhan itu ada”

Tapi, jika kita kembali ke perumpaan diatas. Maka, kita pun kembali ditanya:

“Kalau atasanmu hanya bisa menyuruh kamu untuk melakuan pekerjaan yang dia minta dan kamu dengan sangat entah karena takut, suka, semangat atau mencari muka segera menyelesaikan apa yang telah diperintahkan kepada kamu sehingga nantinya laporan yang diminta atas hasil pekerjaanmu itu juga kamu sertakan. Trus, apakah kamu tau tugas apa yang diberikan kepadamu oleh Tuhanmu dimana batas WAKTU yang diberikan atas dirimu tidak pernah kamu ketahui…???”

Pertanyaan inilah yang sedang saya simak baik-baik untuk terus menyadarkan sekaligus mengingatkan saya untuk terus belajar membekali diri menjadi manusia yang terus memperbaiki diri dalam usaha menyelesaikan tugas dan laporan kehidupan saya sampai batas waktunya nanti.

Sampai juga saya diusia 28 tahun hari ini. Entah kapan waktunya ‘BOSS’ besar itu akan memanggil nama saya seraya meminta pertanggung jawaban dari hasil saya ‘bekerja’ didunia ini. Karena saya takut sekali jikalau laporan-laporan yang saya selesaikan tak diterima lantaran banyak kesalahan dalam proses pengerjaannya dan itu pun tak akan dapat diulang.

Semoga saya, Anda dan kita semua dapat menyelesaikan tugas kita dengan baik dan benar sesuai dengan WAKTU yang telah diberikan kepada kita oleh sang PENCIPTA WAKTU…

Selamat ulang tahun

Wahyu Budiyono

Menguji Karakter Seorang Pria…

July 24, 2008 15 comments

Abraham Lincoln pernah berkata:

Hampir semua pria dapat bertahan dalam kesengsaraan. Tapi, jika ingin menguji karakternya… Beri dia KEKUASAAN

Categories: Pemahaman Tags:

Apa Itu Masa Lalu…???

July 16, 2008 10 comments

Masa lalu itu: Kisah yang pernah kita alami dimasa lalu….
Hidup dengan bayang-bayang masa lalu sama seperti Mengendarai sebuah kendaraan dengan terus melihat KACA SPION…

Apa yang terjadi…????

Categories: Pemahaman Tags:

Ibu & Anak Penjual Opak

July 7, 2008 8 comments

Ada yang menarik disaat saya dan sesorang sedang jalan dikawasan KIFF Park pada malam minggu yang lalu. Apa yang saya dapatkan disaat kita mau pulang, membuat saya seperti mendapatkan renungan dan pemahaman baru tentang beramal dengan cara menolong. Sengaja saya tulis diBlog saya ini untuk sekaligus terus mengingatkan saya bahwa menolong dengan cara yang cerdas itu adalah perbuatan yang mulia.

Oke.. Begini ceritanya:

Disaat kita berdua sepakat untuk menyudahi obrolan kita yang biasanya selalu saja lupa waktu. Kita pun pulang mengambil rute melewati anak-anak yang asik main skateboard. Ruame, pastinya….

Sambil ngobrol-ngobrol ringan menuju lokasi parkiran yang ada didepan Taman Bank Sumsel, saya menoleh kearah orang yang sedari tadi saya ajak ngobrol karena mendadak dia terdiam. Saya pun mencari-cari kira-kira apa yang membuat dia menujukan pandangannya saat itu. Ternyata, dia sedang memandang fokus keseorang anak dan ibu yang sedang membawa masing-masing 1 kantong besar OPAK [makanan/kripik yang terbuat dari singkong]. Saya pun bilang:

Saya : “Loh.. ada opak ya….”

Fokusnya kearah dua orang anak dan ibu pun agak sedikit terpecah. Sesegera dia mengalihkan pandangannya kepada saya, dan saya pun bereaksi sama… Dan saya pun bilang:

Saya : “Suka ya… Kamu ma…..”

Eh, belum selesai saya bertanya, dia sudah memanggil anak perempuan dari penjual OPAK tersebut yang juga membawa sekantong besar OPAK. Dengan sedikit kepayahan karena menenteng jualan, anak tersebut mendekati kami. Sianak pun memanggil ibunya yang berjarak kurang lebih satu meter didepan anak tersebut. Tanpa banyak basa-basi dan karena saya juga belum mendapatkan jawaban atas pertanyaan saya yang saya tanyakan ke dia, saya pun ikut-ikutan berhenti.

Orang yang bersama saya ini pun bertanya dengan yang sipenjual.

Dia : “Berapa dek OPAKNYA???”
Saya : “Gede banget ni OPAK ya Bu….”

Sambil saya kembali beratanya ke Dia

Saya : ” Kamu suka OPAK ya….”.

Lagi-lagi Dia masih cuek, tapi sekali lagi saya memberikan pertanyaan yang sama dan langsung saja jawab.

Dia: “Aku kurang suka OPAK….”.
Saya: “Loh… Kok berani-beraninya beli, knapa? Oran-orang dirumah suka ya…?”
Dia : ” Gak juga… Tapi ntar aku bilangin”.

Sambil sibuk sendiri bertanya harga OPAK yang dijual dan sambil menghitung-hitung uang receh didompetnya. Saya pun bengong melihat Dia bersikap seperti itu… Setelah bayar-membayar OPAK selesai. Dia pun segera bilang ke saya.

Dia : “Aku kasian ma mereka”.
Saya : “Maksudnya…??”
Dia : “Gini loh yu… Kamu gak liat tadi mereka bedua kepayahan banget ngebawa jualannya… Aku gak tega aja ngeliatnya, Ya.. kalo bisa bantu kanapa gak dibantu, kan dengan membeli jualan mereka juga bisa bearti membantu mereka…”.

Saya agak merasa ada sesuatu dalam hati saya tiba-tiba menonjok perasaan saya disaat kembali saya mengalihkan pandangan saya ke arah ibu dan anak perempuan penjual OPAK tersebut. Masya Allah… ternyata mereka berdua tersenyum bahkan sedikit tertawa kecil setelah OPAK mereka Dia beli.  Mungkinsaja, sudah sedari tadi berputar-putar gak ada satu pun orang yang berminta untuk membeli dagangan mereka, yang memang terbilang udah gak jamannya lagi. Seketika itu juga, saya terus-terusan mendapatkan kata-kata diotak saya tentang wajibnya kita bermurah tangan dan hati… Seakan-akan bait-bait tulisan dari buku-buku pemahaman agama yang akhir-akhir ini sedang saya baca seperti kembali terbaca jelas…

Saya pun mendapatkan pencerahan atas kejadian kecil yang saya alami tersebut. Apa yang saya sikapi selama ini ternyata masih kurang dan saya sangat beruntung bisa mendapat pelajaran kecil namun sangat berarti itu. Ternyata, melihat dengan hati yang lebih peka bisa menuntun kita  kerarah pemahaman yang jauh lebih baik. Lalu… BERTINDAK! Jangan sampai hanya sebatas niat… Ituyang penting

Kejadian ini terus menerus saya pikirkan sampai-sampai saya hanya ‘meng-iya iyakan’ saja apa yang dia bicarakan selama kita pulang dan pikiran tentang hal ini terus berlanjut hingga keesokan harinya. Sehingga saya pun memutuskannya untuk menulis apa yang saya alami ini….

Saya ingin sekali memiliki seperti buku yang Dia pinjamkan [sebenarnya saya yang memaksa untuk meminjam :) ]. Satu Tiket Ke Surga, ingin sekali saya memilikinya….

EnBe:
Makasih ya… Sudah memberikan saya pelajaran yang sangat berharga, semoga saya pun bisa memiliki sikap seperti kamu ini…


Categories: Pemahaman Tags: