Archive

Archive for the ‘Kesehatan’ Category

NAFASMU MEMBUNUHKU

October 3, 2009 1 comment

Kejadian ini sering terjadi disaat saya melakukan sholat jum’at. Banyak cerita yang bisa disimak kalo sholat berjamaah dimasjid. Macam ragam macam tabiat. Dari banyak pengalaman sholat berjamaah, menurut saya sholat jum’at lah yang paling banyak menuai cerita. Pasalnya, sholat yang khusus diperuntukkan bagi kaum adam ini terbilang istimewa. Dilakukan siang hari, diawali dengan ceramah. Rukun sholatnya pun unik, dimana mendengarkan / menyimak khotib berkhutbah merupakan salah satu rukun jum’at, karena rukun maka ‘haram’ hukumnya ngobrol, menegur ataupun berbicara yang sekalipun tujuannya untuk mendiamkan yang lain bisa bisa batal amal jum’at nya.

Ada kejadian yang sering sekali mempengaruhi konsentrasi saya disaat melaksanakan sholat jum’at. Hampir setiap kali malah… Dimulai saat selesai sholat sunnah pas mau salaman kanan kiri, eh… malah pada tidur. Itu satu, keduanya pas khutbah jum’at, si khotib yang kurang mumpuni kadang bisa juga bikin ngantuk lantaran isi khutbah yang seperti baca koran. Bacaaaaaa……… aja. Gak ada intonasi, gak ada tanda baca, gak ada kontak mata, semuanya datar…. dan kedataran khutbah ini lah yang mengundang ‘para setan’ untuk meninabobokan para jamaah sekalian. By the way anyway busway, tidur disela-sela khutbah jum’at itu punya kenikmatan tersendiri, selain rasa kantuk yang rada beda, gak pulesnya itu loh yang bikin asik ditonton. Kayak pas jum’at an kemaren, ada bapak-bapak disebelah udah rada tua gitu, bawa tasbih, pake gamis, setelan ptuih-putih, saya awalnya duga nih pasti kiyai, ngeliat butir tasbihnya muter terus kayak yang khusyuuuk banget dzikirnya. Eh, selang 10 menit kemudian pas noleh kok nunduknya makin kebawah, ini dzikir model baru apa ya… Saya baru tau kalo ni bapak-bapak tidur pas jeda khtubah kedua, terdengar lah ngorok ni orang…. ngroookk… lirih, pelan, halus tapi pasti… Mantabz!!!!

Pas ditoel dikit, sibapak kaget dan dahsyatnya nih calon aki-aki langsung bediri…!!!! Busyetttt, sekarang kan baru baca do’a belon mulai sholat. Satu jemaah masjid para heran ngeliat nih bapak-bapak yang bediri sendirian. Dengan tampang tanpa dosa, dia negor saya yang masih nengadahin tangan, bedoa… “Kamu sih, kok gak ngasih tau kalo masih doa…” sambil pasang tampang oon, Saya pun terus ngucap: “Amin… Amin… Amin…”.

Ada lagi yang bikin rese, kalo sholat satu shaf dengan orang yang bersinnya gak berhenti-berhenti… Pernah satu kali, disebelah saya ada anak abg (mungkin baru belajar tobat, hehehehe) yang lagi kena flu berat. Meler-meler hidungnya, bikin saya mau pindah shaf yang ada didepan. Eh, dasar gak nasib ternyata udah keduluan dengan yang laen. Terpaksalah harus sebelahan dengan pembawa virus yang ikutan sholat. Apa yang saya duga ternyata bener, baru takbir pertama belon masuk Al-Fatihah, nih anak udah bersin keunceng buanget… HUACHEEEEIIII….!!!!

Alamak… Baru masuk rakaat pertama aja udah ngadepin ujian yang beginian. Saya istighfar dalem hati. Ternyata sampai selesainya rakaat pertama keadaan aman terkendali meskipun ada selingan suara tarikan ingus tuh anak penyakitan. Tapi, disaat ruku’ rakaat kedua terjadilah insiden yang lebih besar dari sebelumnya… Dia bersin lagi dan kali ini lebih kenceng, lebih bersemangat dan lebih bertenaga dan dibarengi dengan suara mendesis gitu dan ternyata oh ternyata bersin yang kedua ini yang membuat saya mau  muntah, bersin yang super keunceng dan mendesis itu tak hanya menyebarkan bakteri keudara tapi juga memuncratkan ingus yang kental dan dalam jumlah yang banyak. Sehingga menodai sajadah masjid tempat dia sujud…. Crot..!!!! Ya, Allah… Ampuni hamba Mu ini….

Si anak kalong pilek ini, serba salah. Lantaran kalo habis ruku’ ya.. sujud… Nah, loh!

Inilah momen yang saya tunggu-tunggu “Rasain lo…”. berhubung tuh ingus gak mungkin sempet dilap, ni anak kualat gak ilang akal, dia sedikit ambil ancang-ancang buat sujud dengan cara sedikit mundur kebelakang tujuannya sih buat ngindari ingus beracunnya itu. Tapi, dasar memang kualat, tindakannya ini membuat jamaah yang ada dibelakang nih anak menyundul pantat kutu kupret ini. Disundul pantatnya, bikin nih kunyuk terdorong kedepan dan akhrinya giliran dia menyundul pantat jamaah yang ada didepannya… Huakakakakakakakakak, mampus lu…!!!!

Cepet-cepet anak ini membenahi posisi sujudnya yang akhirnya dengan terpaksa harus mencium ingus yang masih segar hasil produksi dia sendiri. Ehm… Nikmatnya….

Eitz, itu baru sujud pertama!!! Ada sujud kedua…. Sujud lagi kita ya… Sujud…. Sedot lagi tuh ingus… Sedep….

Sakit perut saya menahan ketawa, dan saya sadari batal sudah sholat saya. Tapi saya bersyukur kalo Tuhan membalas secara langsung mereka yang tidak bersuci. Pas salam terkahir, bapak-bapak yang ada dikanan-kiri depan belakang anak ini (termasuk saya) serentak menoleh kearahnya. “Astagrfirullahal’azii…mmm…” Sambil melotot, niatnya mau marah… Pas liat mukanya yang masih ada sisa ingus yang menempel, rencana marah pun jadi batal. Segera saja kami yanag disekitar anak yang dimaksud kompak menyingkir.

Kalo ingus atau bersin dan bisa juga batuk datengnya sekali-sekali. Tapi yang paling berbahaya adalah NAFAS BAU alias BAU NAGA. Ampun deh, kalo yang ini pernah hampir bikin saya mau pingsan.

Namanya bau mulut sering kali gak diperhatiin sama orang yang sholat berjamaah. Mulut komat-kamit baca ayat sudah bisa menjadi perantara menyebarkan bau mulut bin maut ini. Ditambah lagi dengan bantuan kipas angin yang hilir mudik berhembus kearah kanan dan kiri. Makin lengkaplah penyebaran bau mulut beracun yang bisa bikin batal pahala sholat yang laen.

Pernah sekali saya mengalami, ada seorang renta yang sholat disebelah saya. Pas bilang: “AMIIII…NNNN” Huee..kkksss… mendadak isi perut bergejolak. Belon lagi ditambah dia komat-kamit ngelanjutin baca Al-Fatihah dan ayat pendek. Gak hanya itu, sepertinya sudah tumpul kali ya indra penciumannya nih orang pake kuat-kuat pula ngucap takbir “Allahuakbar..” Makin komplit lah bau bangkai yang saya cium. Sebab sepanjang ni orang sepanjang itu pula saya harus menghirup udara berpolusi yang berasal dari mulut berbau bangkai tadi. Baunya itu kayak ada bangkai tikus yang udah setaon gak dikeluarin dalem mulut. Duh..duh.. ini orang kok bisa ya gak ngerasa….

Saya pernah liat seorang jamaah yang mungkin seorang staff kantor sedang salin baju dikamar mandi. Salin bajunya total lagi, dimana pakaian kerjanya gak dipake untuk sholat jum’at. Luar biasa… Subhanallah!

Beneran siap untuk menghadap Tuhan-nya. Jadi pantaslah kalo Tuhan mengasihi orang-orang yang selalu bersuci seperti bapak yang satu ini. Patut ditiru…

Sholat berjamaah itu lebih baik daripada sholat sendiri karena imbalannya lebih baik dan lebih besar. Dituntut juga persiapan yang matang karena kalo sembrono bisa-bisa dosanya berlipat ganda juga lantaran menggangu kekhusyukan jamaah lain akibat ketidaksiapan kita.

Mari berbenah diri…

I LOVE MY HEART

July 28, 2009 1 comment

Because I Love You With All Love in My Life

So, Please …

Guide me ’till the end of time

HANCURKAN NEGARA DARI KAUM MUDANYA!

October 15, 2008 7 comments

Kalau ada pihak yang senang bila program Keluarga Berencana [KB] gagal maka salah satunya yang merasakan kegembiraan gagalnya program tersebut adalah para produsen rokok. Semakin banyak anak-anak yang dilahirkan di Indonesia, semakin besar potensi pasar mereka.

Dalam satu laporan tahunannya, dengan penuh semangat Gudang Garam menandai “lebih dari 45 persen penduduk di Indonesia berusia dibawah 20 tahun.” Itu artinya hampir 100 juta nyawa yang akan menjadi target promosi racun mereka.

Karena televisi, radio bahkan media iklan rokok lainya (termasuk spanduk “selamat berpuasa” dari perusahan-perusahan rokok yang dipasang dimasjid-masjid) menguasai setiap sudut hidup dan kesadaran kita, maka bahkan anak-anak sekolah pun dipasang untuk memerankan sekumpulan anak muda yang seakan menyerukan semangat sumpah pemuda tapi dalam peran iklan rokok. Menurut mereka kalau rokok merek X bisa bikin hidup lebih hidup. Atau menggambarkan kritik-kritik nakal kalau ngerokok merek A. Bahkan tak tanggung-tanggung anak cadel pun fasih berujar “bukan baca baci”. Lalu, mungkin belum genap anak yang cadel ini akhir baligh, dia sudah mencoba-coba menghisap barang yang bukan basa basi kandungan racunnya.

Bagaimana para produsen roko menjual barang yang menyebabkan 5,5 juta manusia Indonesia sakit komplikasi setiap tahunnya?. Oh… itu perkara guampang.

Pakai saja artis-artis macam Rif/, Netral, Padi dan yang lain atau bahkan artis sekaliber Bond dan The Corrs untuk mengiklankan dan bernyanyi diberbagai konser yang mereka selenggarakan diseluruh dunia dengan sponsor rokok. Atau yang lebih keren lagi, buat saja iklan rokok yang menggambarkan betapa suksesnya seseorang yang perokok sehingga bisa mengendarai sebuah mobil berkelas mewah, jalan-jalan dengan kapal pesiar pribadi ataupun dikelilingi oleh wanita-wanita cantik yang seakan-akan dengan sedikit lirikan mampu digaet. Atau dengan cara lain, pasang saja iklan di Billboard dengan menggunakan kalimat-kalimat bodoh tapi sok cerdas, macam “Ekspresikan Aksimu” atau “Kalau Cinta Itu Memang Buta, Buat Apa Ada Bikini?”.

“Heh, ini urusan aku bukan urusan kau. Urus be urusan kau dewek sano!” Begitu sahutan seorang pria disalah satu Mall di Palembang dengan mengandeng istrinya yang berjilbab yang sedang menggendong anaknya yang mungkin berusia sekitar 8 bulanan sambil merokok ketika seorang pemuda yang duduk disamping penulis menegur bahwa dia telah membahayakan keluarganya.

Pria itu tidak bedanya dengan jutaan orang lain yang mengira keputusannya untuk meroko adalah keputusan yang bersifat pribadi dan tidak merugikan orang lain. Padahal, menyemburkan 4000 bahan kimia beracun (termasuk 43 bahan pemicu kanker) ke tenggorokan orang lain, meskipun anak dan istri sendiri, sudah merupakan pelanggaran hak asazi manusia. Andai saja, asap yang beracun tersebut dibuat menjadi sebuah senjata yang kemudian disemburkan secara langsung kehidung presiden amerika Goerge W. Bush, mungkin sudah digelandang oleh para secret agent dan divonis sebagai teroris. Padahal, amerika merupakan pengekspor asap bercaun tersebut terbesar didunia melalui raksasa rokoknya Philip Morris.

Yang banyak tidak disadari oleh banyak perokok adalah bahwa menghisap asap rokok orang lain (yang dikenal sebagai Environmental Tobacco Smoke, ETS) adalah sama bahayanya dengan perokok aktif. Padahal lebih dari separuhnya (57%) pada setiap rumah yang berpenghuni di Indonesia memiliki tidak kurang 1 perokok aktif – dan hampir semuanya menjadi perokok, yang asap buangannya disedot oleh seluruh anggota keluarga termasuk anak-anak mereka.

Seorang yang bukan perokok yang menikah dengan seorang perokok mempunyai resiko terkena kanker paru sebanyak 25-35% dan juga penyakit jantung. Ibu hamil yang merokok selama masa kehamilannya atau ibu yang menghisap asap rokok dilingkungannya akan melahirkan bayi-bayi yang bobot badannya rendah, cacat atau bahkan terlahir mati.

Lebih dari 43 juta anak-anak Indonesia hidup bersama perokok dan terpapar oleh asap rokok lingkungan (ETS)!.

Sebuah penelitian ditahun 2000 yang diberi nama Jakarta Global Youth Tobacco Survey pada murid sekolah usia 13-15 tahun melaporkan bahwa 89% anak menyedot asap rokok lingkungan ditempat umum. Anak yang menyedot asap rokok akan mengalami perkembangan dan gangguan fungsi paru seperti gejala awal yang ditandai dengan Bronchitis, Pneumonia, dan penyakit telinga.

Dr. Tjandra Yoga Aditama, seorang ahli paru di RS Persahabatan Jakarta Timur, menyebutkan dibawah ini daftar gangguan kesehatan yang sering dialami oleh anak-anak yang terkena dampak buruk dari asap rokok lingkungan (ETS), diantaranya:

 

  • Lebih sering masuk rumah sakit
  • Lebih sering terkena Pneumonia dan berbagai penyakit paru lainnya
  • Lebih sering terkena serangan asma dan juga yang lebih berat lagi
  • Lebih banyak kasus sudden infant death syndrome (bayi yang meninggal mendadak)
  • Lebih sering menderita infeksi telinga tengah
  • Lebih banyak menjalani tonsilektomi (operasi amandel) dan adenoidektomi.

Rusaknya kesehatan anak-anak merupakan awal dari bencana rusaknya masa depan anak-anak. Yang juga berarti hilangnya produktivitas generasi penerus yang dikarenakan sibuknya berobat akibat penyakit yang disebabkan oleh asap rokok. Sehingga bisa dikatakan bahwa akan hilangnya generasi (lost generation) yang meneruskan produktivitas bangsa.

Jadi, apakah Anda termasuk salah seorang yang selain menghancurkan diri sendiri juga menghancurkan masa depan dan merugikan orang lain?

 

eNbE:

Penulis tidak bermaksud menghimbau untuk para pembaca (yang perokok) untuk berhenti ataupun menggurui. Tapi semata-mata dapat bersama-sama melokalisir penyebaran asap rokok yang kita hisap tidak ikut terhisap orang lain yang tidak merokok khususnya keluarga, orang disekitar kita dan anak-anak.

Categories: Kesehatan Tags: