Archive

Archive for March, 2009

CALO yang PROFESIONAL….

March 19, 2009 14 comments

jangan-sama-caloHari ini, baru saja saya mengambil Pajak Motor di kantor SAMSAT Palembang. Ada kejadian yang sangat menarik perhatian saya pada saat saya melakukan pembayaran Pajak Kendaraan saya tersebut. Pas masuk ke pintu MASUK kantor SAMSAT tersebut, saya sudah disambut dengan papan himbauan yang bertuliskan: “MENGURUS SURAT KENDARAAN BERMOTOR JANGAN MELALUI CALO”. 

Wah, bagus sekali pesan moral ini… Tanpa ragu saya pun langsung masuk ke ruangan tempat mengurus pajak kendaraan saya.

Tiba-tiba… Saya langsung dikerubunin oleh sekumpulan orang yang sembari bilang: “Pajak motor apa mobil…? Murah aja.. Paling uang buat rokok aja boleh.. Sejam selesai..”. Waduh… Apa-apaan ini…??? Luar biasa, baru saja membaca himbauan tadi, eh.. gak taunya didalam ‘bersarang’ puluhan calo yang tanpa segan dan cangung menawarkan jasa mereka.

Tapi kok malah saya memberi judul tulisan ini dengan: “CALO yang PROFESIONAL”?

Begini ceritanya:
Di-STNK kendaran saya itu tertulis nama pemilik terdahulu dan saya tidak mem-Bea Balik Nama kepemilikannya. Biaasa… Malez… Trus, syarat untuk mengurus pajak kendaraan adalah:

  1.  Adanya KTP ASLI Pemilik yang sesuai dengan STNK dan BPKB kendaraan
  2. Photocopy BPKB dan STNK
  3. Uang Pajak yang sesuai dengan yang tertera di STNK

Kebeneran, saya kan membeli motor tersebut tidak baru alias second. Dan (lagi-lagi) kebeneran, KTP saya expire dan (lagi-lagi juga) malez ngurusnya.

Pada saat, saya mendatangi meja loket tempat membayar pajak… Saya sudah disodorin wajah MASAM, JERAWATAN, JUDES, dan nada bicara yang rada-rada agak MEMBENTAK. “Beli MAP dulu sana dikoperasi”. Langsung aja dia nyembur. Di meja loket tersebut tak kurang ada 3-4 petugas laki-laki dan perempuan yang kesemua tampangnya sama aja, yaitu: MENYEBALKAN.

Kenapa saya memilih CALO sebagai SOLUSI???. Ini jawabannya:

Pajak Motor yang wajib dibayar sebesar : Rp. 166.000,-
Dengan Memenuhi syarat yang disebut diatas

Tapi, karena saya bukan orang yang beridentitas sesuai dengan STNK dan BPKB. Maka, saya harus membayar:

Pajak motor yang wajib dibayar sebesar : Rp.166.000,-
Uang Pelicin KTP sebesar : Rp. 70.000,-
Uang rokok CALO sebesar : Rp. 14.000,-
Total yang saya keluarkan adalah : Rp. 250.000,-

Dengan mengeluarkan biaya sebesar ini, saya sudah mendapat fasilitas:

  1.  Layanan SUPER CEPAT dari CALO bersangkutan, karena dalam tempo kurang dari 10 menit berkas pajak saya sudah masuk.
  2. Layanan konfirmasi yang prima karena saya dihubungi saat pajak telah selesai.
  3. Sambutan ramah dan segar serta penampilan CALO yang formal (pake safari, bro..)
  4. Nomor telepon gengam yang 24 jam siap dimintai bantuan

Memang adanya selisih harga sebesar: Rp. 84.000,-

Bagi saya, selisih harga ini PANTAS dikeluarkan dengan melihat PELAYANAN yang bisa saya dapatkan. Saya pun melihat, jika saya memperjuangkan untuk tidak mengeluarkan Rp. 84.000,-. Maka, yang akan saya dapatkan adalah:

  1. Sambutan yang kurang ramah
  2. Palayanan yang lambat
  3. Belum lagi dibentak-bentak
  4. Pasti KTP saya akan dipermasalahkan dan akan dikenai denda
  5. Kepastian selesainya pajak dengan kondisi saya tersebut tidak bisa dijamin selesai dalam satu hari

Dan inilah yang membuat saya memilih CALO sebagai SOLUSI. Dan akhirnya saya simpulkan, PELAYANAN / SERVICE adalah salah satu unsur yang membuat konsumen / masyarakat berani kembali untuk bekerjasama ataupun melakukan hubungan kembali dengan kita. Dan ini sudah sangat dipahami sekali oleh CALO yang PROFESIONAL yang mengurusi pajak kendaraan saya bahkan hal ini tdak ada sedikit pun terbersit didalam kinerja para aparat di kantor pelayanan milik POLRI ini. 

Tapi, kalau diwawancarai oleh media.. Seakan-akan PROFESIONALISME aparat ini sudah sangat teruji, tapi kenyatan yang ada adalah sikap tidak kesatria mengakui kekurangan dan kelemahan mereka kepada publik. Bahkan untuk menemui / menemukan CALO di SAMSAT Palembang tidak lah sulit. Cari saja orang-orang yang tersenyum ramah kepada anda dengan mengenakan pakaian perlente / safari. Jangan anda kira mereka aparat, tapi (mungkin saja) meraka adalah CALO yang PROFESIONAL.

Satu pesan saya kalau anda ingin memakai jasa CALO yang PROFESIONAL, milikilah intuisi anda dalam memilih CALO yang tepat untuk anda. 

Selamat mencoba

samsat-palembang2

 

 

 

Categories: Pribadi Tags: ,

Anda Cantik? Ayo Nyaleg…

March 18, 2009 29 comments

caleg-maniz-2Ada beberapa fenomena menarik akhir-akhir ini dikota Palembang (khususnya) mendekati pesta demokrasi yang akan diselenggarakan pada bulan April nanti. Apalagi kalo bukan Pemilu untuk memilih para anggota legislatif. Kali ini saya bukan mau membahas soal tata cara nyoblos / conteng, atau mau mengkampanyekan siapa yang harus dicoblos. Saya sih rasional aja kalo mau nyoblos nanti, eh sebenernya agak kurang setuju dengan kalo ada orang yang gak tau harus milih siapa / partai mana dianggap sebagai golput. Lebih senang disebut golras alias golongan rasional, he…he…he… Kembali ke topik awal, sebenernya ada yang membuat saya rada geli melihat mereka yang nyoba-nyoba ‘ngadu nasib’ sebagai calon anggota legislatif alias caleg adalah berbagai semboyan yang mereka pakai untuk menarik minat masyarakat biar nyoblos mereka dan satu lagi yang menjadi pembahasan tulisan saya kali ini, yaitu: dipasangnya tampang-tampang manis dan menawan (serta mungkin juga merangsang, huahahahaha) yang jujur saja memang sesuai dengan selera laki-laki pada umumnya. Bukti ini saya temukan diberbagai tempat yang sering saya lewati baik dibeberapa jalan protokol dan juga didekat rumah saya. Saya sempet mikir: “Kok, dulu gak ada ya caleg yang model beginian…” Entah, mungkin memang punya panggilan hati nurani yang kuat untuk berjuang demi rakyat, atau iseng atau mungkin kursi legislatif bisa sebagai sarana bikin orangnya banyak duit, atau juga karena udah makin sulit cari kerjaan, daripada nganggur mendingan nyaleg yang memang sering kita denger kerjanya anggota legislatif kan memang minim. Dikit-dikit rapat, duduk, denger, ngobrol bentar udah itu dapet duit. Pulang sidang…???? Let’s go to the Mall, Baby….. Atau bisa juga, yang manis-manis ini dipasang sebagai ‘alat’ untuk bikin tertarik kalangan muda (khususnya yang cowok) biar minat terjun ke politik / parpol (yang masang simanis tadi) seraya menumbuhkan pesan: “eh, kalo elu gabung ke paprol kita neh… ceweknya pada semok, montok, manis, geulis, seksi, persis kayak yang elu liat. Liat tuh yang nyalon, cantik-cantik kan…”
Entah apa yang diusung oleh para ‘bidadari-bidadari’ ini. Sejauh yang saya liat dimedia promosi politik mereka, mereka tidak mencantumkan visi / misi politik mereka. Atau mungkin tersirat kali ya.. semisal: “Pilih saya! Maka cewek-cewek akan jadi semanis saya.” Atau “Kalo kamu bosen pilih caleg ibu-ibu, sudah saatnya memilih caleg yang masih muda, gadis dan cantik pula.” Atau yang lebih menantang: “Coblos saya mas, dijamin enak…”. Huahahahahaha, yang terkahir ini cuma imajinasi aja. Bro…
Yang menjadi keingintahuan saya tentang apa sih yang akan mereka paparkan kepada kita sebagai calon pemilih mereka agar kita yakin kalo si manis ini pantas kita pilih. (Mungkin) mereka bisa kasih contoh paparan slogan mereka kayak gini (Cuma misal):

  1. Saya kan cantik, pilih dong saya kalo kamu masih punya mata, otak dan selera yang waras.
  2. Kalo kamu milih saya, ntar saya kasih no. Pribadi saya, biar bisa ngobrol setiap saat.
  3. Saya nyaleg karena masih jomblo.
  4. Satu kecupan untuk satu suara
  5. Dan laen-laen dah….

caleg-maniz-1Huahahahaha, kayaknya maunya cowok semua ya… Tapi itu Cuma sebagai suara saya untuk para cewek cantik yang masang tampang sebagai caleg. Maksudnya, biar lebih eksis dari jauh-jauh hari sebelum ikut perpolitikan. Emang, harus jadi anggota legislatif dulu apa baru bisa mensejahterakan rakyat. Kalo gak jadi anggota legislatif gak bisa bantu…???. Harusnya kan bisa. Ambil contoh, kalo yang cantik-cantik ini punya keahlian yang positif, dari dulu-dulu dong dibagi sama masyrakat semisal anak-anak remaja yang pengen cantik bisa diarahkan bagaimana caranya berpenampilan menarik. Atau yang punya daya kreasi seni, bisa diajarkan kepada cewek-cewek agar bisa tertular jadi kreatif dan sebagainya…

Mengingat sekarang sudah ada aturan baru mengenai tata cara memilih dengan cara ‘mencontreng’. Gimana untuk aturan yang akan datang (khusus untuk caleg wanita yang maniz-manis) yaitu: Dicolek. Gimana…???

Perhatian Keras!
Foto-foto yang saya tampilkan semata-mata hanya untuk keperluan penulisan BUKAN untuk menganjurkan memilih orang yang ada digambar tersebut. Juga, saya sebagai penulis TIDAK mempunyai maksud menuduh atau menilai bahwa cewek yang nyaleg tersebut punya sifat yang jelek. Semata-mata hanya inspirasi, aspirasi, dan imajinasi saya (maap, saya lelaki normal. Wajar rada.. ehmm.. kalo liat cewek yang model kayak gini, hehehehe).

Siapa tau, kalo cewek-cewek manis ini bisa memikat hati saya, kenapa enggak kalo saya bakal nyoblos mereka…. Cihuyyy…!!!!

Categories: Politik

W A K T U . . .

March 1, 2009 4 comments

Ulang Tahun Wahyu Budiyono

“Tak ada satu pun makhluk dimuka bumi ini yang diberikan WAKTU lebih banyak atau sedikit dari yang lain. Dan tak ada segala sesuatu yang sangat berharga ataupun yang terkuat yang diciptakan dimuka bumi ini yang dapat memajukan, memundurkan, melebihkan, mengurangkan, membeli bahkan menjual yang namanya WAKTU. Sungguh pun WAKTU adalah satu-satunya perkara dunia yang bisa menghentikan segala sesuatu… “

Segalanya yang terjadi dalam kehidupan ini diukir oleh berjalannya WAKTU. WAKTU adalah sesuatu yang terus maju. Tak kenal kompromi alih-alih dapat diulang kembali. Karena tak sedikit kisah yang terjadi dengan sangat dramatis begitu sangat ingin diubah oleh manusia kalaupun WAKTU dapat diputar kembali. Sungguh pun keinginan manusia yang terbesar adalah memiliki kemampuan memutar kembalinya WAKTU.

Namun sayang… Kekuaatan dari WAKTU tak ada yang dapat melawannya. Dan sungguh begitu MAHA PERKASA dzat yang menciptakan WAKTU.

Kita pun mungkin menyadarinya bahwa setiap dari diri kita telah ditetapkan urutan WAKTU hidup kita. Dan itu tak akan dapat dikurangi ataupun ditambah baik dimajukan maupun dimundurkan.

Melewati perjalanan WAKTU hidup kita setiap saat dapat diperumpamakan dengan pekerjaan kantor. Dimana kita diberi waktu untuk mengerjakan suatu pekerjaan yang diberikan kepada kita dan setelah selesai atasan akan meminta pertanggung jawaban. Dengan segala upaya serta kemampuan terbaik kita, pekerjaan yang diselesaikan itu harus benar, tepat, akurat dan cermat. Karena reputasi kita sebagai karyawan / pekerja sangat ditentukan dengan hasil kerja dan kecermatan menggunakan WAKTU untuk menyelesaikannya.

Pernah kan kita ditanya:

“Kamu percaya adanya Tuhan, gak?”

Dengan tanggap bagi kita yang normal tentunya langsung menjawab:

“Percaya…!”

Kemudian ditanya kembali:

“Kok bisa? Emangnya pernah ketemu Tuhan? Kok bisa percaya…?”

Dengan bijaknya kita pun menjawab:

“Dengan melihat alam sekitar kita, saya sudah sangat yakin kalau Tuhan itu ada”

Tapi, jika kita kembali ke perumpaan diatas. Maka, kita pun kembali ditanya:

“Kalau atasanmu hanya bisa menyuruh kamu untuk melakuan pekerjaan yang dia minta dan kamu dengan sangat entah karena takut, suka, semangat atau mencari muka segera menyelesaikan apa yang telah diperintahkan kepada kamu sehingga nantinya laporan yang diminta atas hasil pekerjaanmu itu juga kamu sertakan. Trus, apakah kamu tau tugas apa yang diberikan kepadamu oleh Tuhanmu dimana batas WAKTU yang diberikan atas dirimu tidak pernah kamu ketahui…???”

Pertanyaan inilah yang sedang saya simak baik-baik untuk terus menyadarkan sekaligus mengingatkan saya untuk terus belajar membekali diri menjadi manusia yang terus memperbaiki diri dalam usaha menyelesaikan tugas dan laporan kehidupan saya sampai batas waktunya nanti.

Sampai juga saya diusia 28 tahun hari ini. Entah kapan waktunya ‘BOSS’ besar itu akan memanggil nama saya seraya meminta pertanggung jawaban dari hasil saya ‘bekerja’ didunia ini. Karena saya takut sekali jikalau laporan-laporan yang saya selesaikan tak diterima lantaran banyak kesalahan dalam proses pengerjaannya dan itu pun tak akan dapat diulang.

Semoga saya, Anda dan kita semua dapat menyelesaikan tugas kita dengan baik dan benar sesuai dengan WAKTU yang telah diberikan kepada kita oleh sang PENCIPTA WAKTU…

Selamat ulang tahun

Wahyu Budiyono