Archive

Archive for July, 2008

Menguji Karakter Seorang Pria…

July 24, 2008 15 comments

Abraham Lincoln pernah berkata:

Hampir semua pria dapat bertahan dalam kesengsaraan. Tapi, jika ingin menguji karakternya… Beri dia KEKUASAAN

Categories: Pemahaman Tags:

‘Cause You Give Me Something…

July 22, 2008 1 comment

You want to stay with me in the morning
You only hold me when I sleep
I was meant to tread the water
Now I’ve gotten in too deep
For every piece of me that was you
Another piece backs away

‘Cause you give something
That makes my scared, alright
This could be nothing
But I’m willing to give it a try
Please give something
‘Cause someday I might know my heart

You already waited up for hours
Just to spend a little time alone with me
And I can say I’ve never bought you flowers
I can’t work out what they mean
I never thought that I’d love someone
That was someone else’s dream

‘Cause you give something
That makes my scared, alright
This could be nothing
But I’m willing to give it a try
Please give something
‘Cause someday I might call you from my heart

But I might me  a second too late
And the words that I could never say
Gonna come out anyway

James Morisson – You Give Me Something

Categories: Soal Hati Tags: , ,

WONGKITO Goes To School…!!!!

July 22, 2008 6 comments


CARA TEPAT UNTUK JADI BLOGGER HEBAT…!!!!

Sekali lagi…
Komunitas [Terbesar] Di Sumatera Selatan akan mengadakan sebuah acara yang bersifat Sosial Edukasi tentang pemberdayaan Blog sebagai sarana kreatiftas siwa. Dimana acara tersebut diberi nama:

WONGKITO Goes To School

Acara itu sendiri merupakan acara yang diagendakan oleh para anggota dan pengurus Komunitas Bloggers WongKIto untuk ikut menyumbangkan kemapuannya kepada masyarakat. Berhubung bisanya nge-Blog, jadi ya… gitu deh.. Nyumbangnya ke masyarakat berupa ilmu soal nge-Blog yang baik dan benar.

Acara ini sendiri akan diselenggarakan pada:

Hari / Tanggal / Tahun : Sabtu, 26 Juli 2008
Tempat: SMAN 3 Palembang
Judul acara: WongKito Goes To School

Tema acara: Blog Sebagai Sarana Kreatifitas
Para Pendukung: Dinas Inforkom Kota Palembang, SMAN 3 Palembang, Pal TV, DagDigDug.Com, Telkom Speedy, Bita Edukasi, PalembangCity, Honda, Kartu AS, Sonora FM dan PT. ABC.

Begitu antusiasnya para pendukung acara yang ingin ikut memeriahkan dan mensukseskan acara tersebut. Sampai berita ini diturunkan, masih juga datang berbagai tawaran untuk menjadi pendukung acara tersebut.

Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak, baik para pendukung acara, OSIS, teman-teman yang rela repot untuk mewujudkan acara ini. Semoga niat baik yang ada dihati akan terus terpelihara untuk mewujudkan misi kita sebagai Komunitas Blogger yang bisa memberikan manfaat bagi masyarakat kota Palembang dan Sumatera Selatan. Viva WongKito…!!!!!

Apa Itu Masa Lalu…???

July 16, 2008 11 comments

Masa lalu itu: Kisah yang pernah kita alami dimasa lalu….
Hidup dengan bayang-bayang masa lalu sama seperti Mengendarai sebuah kendaraan dengan terus melihat KACA SPION…

Apa yang terjadi…????

Categories: Pemahaman Tags:

Hilang…???

July 16, 2008 11 comments

Salah satu hal yang paling menyakitkan adalah:

“Ada seseorang diluar sana yang begitu mencintai kita, namun kita baru tersadar disaat seseorang tersebut telah pergi…”

[Palembang, 16 Juli 2008]

Categories: Soal Hati

Each Word Which Describes How Much I Need You…

July 10, 2008 7 comments

Pernah merasa suatu kali kamu menemukan lirik yang mengena sekali dengan perasaan dan kondisi hati kamu saat ini? Entah itu puisi, penggalan adegan percakapan difilm atau yang paling banyak dari lirik yang ada disebuah lagu? Kalau sudah begini, tentunya lirik-lirik tersebut bisa jadi akan menjadi bagian dari kenangan masa hidupmu ya…

Oke… Mengapa kali ini saya menulis tentang perasaan. Persis seperti judul tulisan kali ini. Well, saya tidak mau begitu jujur tentang alasan mengapa saya menulisnya [boleh dong...]. Tapi, yang jelas… Entah sedang jatuh cinta atau teringat masa lalu, atau bisa jadi harapan tentang masa depan… Mungkin semuanya menjadi satu.

Saya pernah menulis di Blog saya ini tentang sebuah lagu dari Andra & The BackBone [Main Hati]. Judul lagu tersebut juga saya jadikan Katagori di Blog saya ini. Entah, mengapa… Isi lirik dari lagu salah satu Band kesukaan saya ini benar-benar mengena. Baik untuk perasaan saya dimasa lalu, sekarang maupun tentang harapan untuk masa yang akan datang…

Ada 3 bagian dari lagu tersebut yang bisa saya tangkap sebagai gambaran terhadap diri saya.

Bagian I
Tentang Kisah Masa Lalu:

“Seribu wanita… Yang pernah singgah… Hanya datang dan pergi… Dan tak ada hati…”
[Sebenarnya gak sampe ribuan, kisah cinta yang pernah saya jalani... Tapi mungkin berulang kali patah ditengah jalan]

Bagian II
Tentang Saat ini:

“Kau pun datang… Ada yang berbeda… Mengapa begini… Apa yang terjadi…”
[Keadaan dimana, disaat kecewa karena masih belum dapat melupakan masa lalu, datang seseorang yang membawa aura yang berbeda yang memberikan harapan baru]

“Tak pernah sebelumnya… Tak pernah ku duga…”
[Mencoba untuk mengingat kembali perbedaan rasa yang lalu dengan apa yang dirasa sekarang. Ternyata CINTA itu penuh dengan kejutan"

"Ku akui... Ku Main Hati... Ku tak bisa untuk memungkiri ku main hati..."
[Sebuah pengakuan bahwa secara jujur saya jatuh cinta dan itu tak bisa ditutupi]

Bagian III
Harapan Masa Depan:

“Bersamamu ku rasakan… Yang tak pernah kurasakan sebelumnya… Pencarianku berakhir… Karna ku tlah temukan dirimu..”
[Sebuah harapan yang tentunya diyakini penuh untuk dapat menghasilkan kebahagiaan]

Mungkin lagu ini menggambarkan bahwa Unconditional Love memang lah ada… Karena masa lalu seseorang lah yang membentuk orang yang kita cintai menjadi seseorang yang sekarang begitu kita cintai…

Selamat datang Cinta…

Categories: Soal Hati Tags:

Ibu & Anak Penjual Opak

July 7, 2008 8 comments

Ada yang menarik disaat saya dan sesorang sedang jalan dikawasan KIFF Park pada malam minggu yang lalu. Apa yang saya dapatkan disaat kita mau pulang, membuat saya seperti mendapatkan renungan dan pemahaman baru tentang beramal dengan cara menolong. Sengaja saya tulis diBlog saya ini untuk sekaligus terus mengingatkan saya bahwa menolong dengan cara yang cerdas itu adalah perbuatan yang mulia.

Oke.. Begini ceritanya:

Disaat kita berdua sepakat untuk menyudahi obrolan kita yang biasanya selalu saja lupa waktu. Kita pun pulang mengambil rute melewati anak-anak yang asik main skateboard. Ruame, pastinya….

Sambil ngobrol-ngobrol ringan menuju lokasi parkiran yang ada didepan Taman Bank Sumsel, saya menoleh kearah orang yang sedari tadi saya ajak ngobrol karena mendadak dia terdiam. Saya pun mencari-cari kira-kira apa yang membuat dia menujukan pandangannya saat itu. Ternyata, dia sedang memandang fokus keseorang anak dan ibu yang sedang membawa masing-masing 1 kantong besar OPAK [makanan/kripik yang terbuat dari singkong]. Saya pun bilang:

Saya : “Loh.. ada opak ya….”

Fokusnya kearah dua orang anak dan ibu pun agak sedikit terpecah. Sesegera dia mengalihkan pandangannya kepada saya, dan saya pun bereaksi sama… Dan saya pun bilang:

Saya : “Suka ya… Kamu ma…..”

Eh, belum selesai saya bertanya, dia sudah memanggil anak perempuan dari penjual OPAK tersebut yang juga membawa sekantong besar OPAK. Dengan sedikit kepayahan karena menenteng jualan, anak tersebut mendekati kami. Sianak pun memanggil ibunya yang berjarak kurang lebih satu meter didepan anak tersebut. Tanpa banyak basa-basi dan karena saya juga belum mendapatkan jawaban atas pertanyaan saya yang saya tanyakan ke dia, saya pun ikut-ikutan berhenti.

Orang yang bersama saya ini pun bertanya dengan yang sipenjual.

Dia : “Berapa dek OPAKNYA???”
Saya : “Gede banget ni OPAK ya Bu….”

Sambil saya kembali beratanya ke Dia

Saya : ” Kamu suka OPAK ya….”.

Lagi-lagi Dia masih cuek, tapi sekali lagi saya memberikan pertanyaan yang sama dan langsung saja jawab.

Dia: “Aku kurang suka OPAK….”.
Saya: “Loh… Kok berani-beraninya beli, knapa? Oran-orang dirumah suka ya…?”
Dia : ” Gak juga… Tapi ntar aku bilangin”.

Sambil sibuk sendiri bertanya harga OPAK yang dijual dan sambil menghitung-hitung uang receh didompetnya. Saya pun bengong melihat Dia bersikap seperti itu… Setelah bayar-membayar OPAK selesai. Dia pun segera bilang ke saya.

Dia : “Aku kasian ma mereka”.
Saya : “Maksudnya…??”
Dia : “Gini loh yu… Kamu gak liat tadi mereka bedua kepayahan banget ngebawa jualannya… Aku gak tega aja ngeliatnya, Ya.. kalo bisa bantu kanapa gak dibantu, kan dengan membeli jualan mereka juga bisa bearti membantu mereka…”.

Saya agak merasa ada sesuatu dalam hati saya tiba-tiba menonjok perasaan saya disaat kembali saya mengalihkan pandangan saya ke arah ibu dan anak perempuan penjual OPAK tersebut. Masya Allah… ternyata mereka berdua tersenyum bahkan sedikit tertawa kecil setelah OPAK mereka Dia beli.  Mungkinsaja, sudah sedari tadi berputar-putar gak ada satu pun orang yang berminta untuk membeli dagangan mereka, yang memang terbilang udah gak jamannya lagi. Seketika itu juga, saya terus-terusan mendapatkan kata-kata diotak saya tentang wajibnya kita bermurah tangan dan hati… Seakan-akan bait-bait tulisan dari buku-buku pemahaman agama yang akhir-akhir ini sedang saya baca seperti kembali terbaca jelas…

Saya pun mendapatkan pencerahan atas kejadian kecil yang saya alami tersebut. Apa yang saya sikapi selama ini ternyata masih kurang dan saya sangat beruntung bisa mendapat pelajaran kecil namun sangat berarti itu. Ternyata, melihat dengan hati yang lebih peka bisa menuntun kita  kerarah pemahaman yang jauh lebih baik. Lalu… BERTINDAK! Jangan sampai hanya sebatas niat… Ituyang penting

Kejadian ini terus menerus saya pikirkan sampai-sampai saya hanya ‘meng-iya iyakan’ saja apa yang dia bicarakan selama kita pulang dan pikiran tentang hal ini terus berlanjut hingga keesokan harinya. Sehingga saya pun memutuskannya untuk menulis apa yang saya alami ini….

Saya ingin sekali memiliki seperti buku yang Dia pinjamkan [sebenarnya saya yang memaksa untuk meminjam :) ]. Satu Tiket Ke Surga, ingin sekali saya memilikinya….

EnBe:
Makasih ya… Sudah memberikan saya pelajaran yang sangat berharga, semoga saya pun bisa memiliki sikap seperti kamu ini…


Categories: Pemahaman Tags: