Archive

Archive for April 12, 2008

[Customer] Is Still a King…??? Version 2.0

April 12, 2008 14 comments

Komentar seorang teman yang menanggapi posting ‘kontroversi’ itu:

kalo tulisan itu bersifat membangun.. ana fikir setiap manusia cerdas akan bisa menerima walaupun itu pahit.. yg jadi masalah.. coba dikaji tulisannya yu, ada unsur emosikah didalamnya?? itu terkadang yg membuat sebagian orang merasa bahwa tulisan ini hanya bersifat “provokatif” bukan “edukatif” (lhooo??!!) :) tapi kiro2 cak mak gitu lah yu..
be ur self.. tulisan apapun yg ingin ditulis, tp ingat, satu kata yg diposting, itu akan dikonsumsi oleh orang banyak yg juga mempunyai berbagai macam pola fikir.. (jgn pna berfikir bahwa stiap orang akan mempunyai persepsi yg sama dg kita.. krn perbedaan adalah rahmat)..
berkomunikasi dg cara seperti ini (via tulisan) seringkali membiaskan maksud yg sesungguhnya. peluang sangat besar u/ selisih paham, karena media tulisan tdk bisa menggambarkan emosi yg sebenarnya.. :)
maaf klo tdk berkenan.. :)
ttp semangat buat wahyu!!! (Quoted from *i** *a*i*)

Ya… saya sependapat dengan komentar tersebut, bagi saya pribadi TIDAK ADA unsur merendahkan ataupun menyudutkan sebuah badan usaha / seseorang. Ini murni *semurni air pegunungan* hanya sebuah suara hati yang sudah beberapa kali saya utarakan kepada seorang teman. Dan postingan berita tersebut merupakan jalan terakhir yang saya tempuh.

Dengan adanya Versi 2.0 ini, saya akan menceritakan kronologis KLARIFIKASI yang diberikan oleh pihak yang dimaksud.

Pada tanggal 10 April pukul 17.15 wib saya ditelepon oleh salah seorang teman saya , yang memberikan arahan agar bisa mengungkapkan keluhan saya tersebut kepada orang yang tepat. Yaitu Manager Costumer Sevice-nya. Saya jawab dengan tegas OK. Lalu, saya pun yang menghubungi pihak yang dimaksud.

Kronologinya:

Saya : “tut…. tut… tut… tut…”
Mrs. X : “Halo, selamat sore…”
Saya : “Ya… Halo Selamat sore juga. Apa kabar Mbak X…. Perkenalkan, Saya Wahyu… Saya adalah salah seorang pelanggan di Usaha yang Anda pimpin… Apa kabar mbak? Semoga sehat ya…”
Mrs. X : ” Oh…. Mas Wahyu, salam kenal.. apa yang bisa saya bantu…???”

Selanjutnya anda bisa lihat kutipan pembicaraan saya dipostingan terdahulu, dan itulah yang saya ceritakan….

Mrs. X : “Ok, mas wahyu.. saya sangat berterima kasih sekali atas pengaduan Anda kepada saya selaku orang yang menjalankan sistem operasionalnya. Anda merupakan pelanggan yang benar-benar kami harapkan”
Saya : “*sambil berkata dalam hati* Tehknik Marketing Standar yang dikenal dengan Edify Your Costumer (Dale Carnegie-How Win Friends and Influence People) Ok, oke…”
Mrs. X : “…. bla … bla …. bla… saya mewakili perusahaan, mengucapkan MOHON MAAF yang sebesar-besarnya, semoga dengan aduan mas wahyu, bisa memperbaiki pelayanan kami. Jujur kami akui, kami memang mahal….. Bla… Bla… *sambil tetep gak mau kalah*”
Saya :”*saya memotong* Mahal itu urusan no.2 Yang terutama adalah pelayan sikap dari para CS anda. Inget Mbak, barang yang gak ada wujudnya aja bisa laku, asal tehknik penguasaan kepuasan pelanggan bisa dikuasai. Loh, orang jual Jin aja laku karena mereka bagus dalam memberikan keyakinan kepada pelanggan…”
Mrs. X :”ya.. ya… ya… Ok, mas. Bisa gak kita ketemu untuk bisa ngobrol lebih lanjut tentang hal ini, sekaligus kami akan memberikan diskon khusus untuk mas sebagai permohonan kami..”
Saya :”Loh.. kok ketemuan..??? Complaining is just a complaining not more, ini persoalan sepele. jadi sebenarnya udah ketemu dimana letak kelemahannya. Tinggal perbaiki aja kedalam jangan keluar. Ntar malah bisa menimbulkan persepsi yang lain lagi…”
Mrs. X : “Oh.. begitu ya…”
Saya : “YA….”
Saya : ” Saya sudah menghubungi anda, dan sudah sewajarnya aduan kepada tempat yang tepat ditangkap sebagai aduan. Toh.. diusaha manapun punya Hotline untuk CS kan.. Jadi ini mah cuma sebatas pelayan pelanggan aja… Soal fasilitas yang anda janjikan tadi, bukan itu yang inginkan. Saya tidak menginginkan APA APA.. Ok Mbak X. Nampaknya itu saja yang bisa saya bagi kepada Anda”
Mrs X : “Makasih mas wahyu..”
Saya : “Saya berjanji, bahwa pada tanggal tersebut adalah UANG terakhir yang saya keluarkan untuk tempat usaha Anda, mungkin bagi yang lain bisa ditoleransi tapi bagi saya ini itung-itungannya gak masuk disaya… Thank You Very Much udah memberikan waktunya untuk saya. Jujur, saya sangat senang dengan profesionalisme anda sebagai manager, anda orang yang memang tepat untuk itu *pake teknik yang sama, kan udah baca bukunya, hehehe*”
Mrs X : “Sekali lagi makasih.. mas wahyu”
Saya : “Saya juga berterima kasih sekali atas waktu Anda. Saya hanya seorang Costumer tidak lebih… Jadi jangan menyikapinya lebih dari seorang pelanggan, Ok… Bye Mbak X”
Mrs. X : “Bye Bye mas wahyu…”

Begitulah kira-kira KRONOLOGIS yang terjadi, untuk mengklarifikasi tentang kasus tersebut. Kesimpulan yang bisa saya ambil adalah:

  1. Mereka mengakui bahwa mereka MAHAL
  2. Mereka mengakui salah menempatka orang sebagai CS.
  3. Perbaikannya bukan pada pemberian GIMIT ataupun apalah namanya. Yang terpenting KONEKSi kuenceng *mirip orang dikejer kuntilanak, wusss…* dan komputer jangan nge-hang.
  4. Sofa, AC, Musik, sarana tambahan kayak jual Voucher, makanan, Minuman sebenernya bukan alasan untuk mematok harga yang diatas rata-rata. Tapi, kalo itu udah sebagai hasil dari itung-itungan… Ya… point ini jadi batal.

Sekali lagi saya tegaskan. Jikalau tulisan saya ini berdampak buruk terhadap hubungan psikologis, persahabatan, profesionalisme ataupun menyangkut periuk nasi orang lain. Secara terbuka, saya nyatakan… INILAH KENYATAAN…!!!! TERIMA SEBAGAI SEBUAH BENTUK KONSEKUENSI DALAM BERBISNIS… Kalo urusan bisnis nyebrang ke urusan laen, wah… itu namanya GAK FAIR ambil contoh… sakit Hati, atau ngambek atau malah bersikap membenci orang yang menulis. Wah.. itu bukan sikap seorang GENTLEMAN… Itu namanya EGOIS… sekali lagi EGOIS… Semoga saja ini tidak di ‘intervensi’ oleh pihak-pihak tertentu. DEMOKARSI, BUNG…!!!!!!

Categories: Soal Hati Tags: